Kau Rumahku

Kau Rumahku

  • WpView
    Reads 754
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
Kata orang-orang cinta pertama perempuan itu ayah tapi kenapa aku tidak mendapatkan hal itu justru malah ayahku sendiri yang menjadi sumber luka bagiku. Aku juga di hidup dibawah naungan ayah aku yang selalu sesuka hati memutuskan sesuatu sendiri tanpa pernah bertanya kepadaku. Dan pada akhirnya aku tahu mengapa ayah tidak menyayangiku seperti ia menyayangi adikku ternyata aku bukan anak kandungnya. Sampai saat ini aku belum mengetahui hal apa yang membuat Ayah selalu berbicara "kamu bukan anak saya" .Ketika aku bertanya pada ibu pun ibu tidak menjawab apapun hanya diam dan memelukku dan berkata"maaf nak".Sampai kapan rasa penasaran itu terus mengehantuiku??.
All Rights Reserved
#3
doubler
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • OM REZA
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Arkanza
  • Please, stay with me..
  • Discarded Miracle~~
  • Dunia Naura
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Cinta di atas luka(Seri Ketiga Buah Kebencian Untuk Ayah) ; Sudah Terbit
  • Antara aku dan dunia

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines