Love Mistake

Love Mistake

  • WpView
    Reads 10,016
  • WpVote
    Votes 409
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
Dibanding ditinggalkan, Tanya lebih memilih untuk melakukan apapun yang Areez inginkan. Apapun itu, meski menyakiti perasaannya, melukai harga dirinya. "Good girl..." Areez mengelus punggung telanjang Tanya dengan ujung jemarinya, tangan lainnya meremas payudara Tanya, mencubit ujungnya yang meremang oleh gairah. "Buka pahamu lebih lebar." Areez berbisik, menggigit cuping telinga Tanya main-main, membuat Tanya gemetar oleh dambaannya atas diri Areez. "Masuk..." Areez memanggil seseorang untuk masuk ke dalam kamar mereka, masih sembari mendekap Tanya dari belakang, menikmati pemandangan vagina Tanya diantara pahanya yang terbuka lebar. Lengan besar Areez mengungkung tubuh Tanya, mencegah gadis itu kabur meski Areez yakin Tanya tidak akan pernah kabur darinya. Tanya melihat wanita lainnya masuk, wanita tak dikenal seperti kebiasaan Areez di setiap kesempatan. Perutnya melilit tidak nyaman, hatinya berdenyut menyakitkan. Tapi Tanya tidak mau Areez meninggalkannya... Jadi ketika wanita asing itu berjalan ke arah mereka, membuka pakaiannya yang tipis, dan bersimpuh di bawah kaki Areez dengan Tanya dalam dekapan lelaki itu. Tanya hanya bisa memejamkan mata, serta berharap aktivitas ini segera selesai. ---Adult Romance Story--- Hanya untuk Pembaca Dewasa Tulisan ini pure hasil imajinasi penulis ditambah referensi dari banyak karya yang penulis nikmati. Dilarang meniru atau memperbanyak cerita ini. Segala hal yang ada dalam cerita ini hanyalah fiksi dan khayalan penulis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Saints & Sinners
  • Titik Nadir
  • Jane [OPEN PO]
  • Arion (End)
  • Naughty Person - 18+ [S2 END]
  •  𝐁𝐀𝐁𝐘𝐃𝐎𝐋𝐋 - 𝘀𝗶𝗻𝗱𝗿𝗼𝗺 𝗴𝗲𝗻𝗭

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines