Jaga Dia Untukku

Jaga Dia Untukku

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 7, 2015
PROLOG Tiga tahun yang lalu kami berjanji bertemu di sini, di bawah pohon beringin tua di puncak bukit belakang sekolah. Bersama-sama membuka botol yang kami kubur di bawah pohon itu. Aku menunggu dan terus menunggu. Namun, ia tak kunjung datang. Dua bulan setelahnya aku kembali. Dengan harapan dapat bertemu dengannya tanpa sengaja. Dan hasilnya tak kuduga. Tanah tempat kami mengubur botol tampak berubah, sepucuk surat di dalamnya telah hilang, surat itu milikku. Aku tak tahu apa yang membuatnya tak datang di waktu yang telah ditentukan dan aku tak mengerti dengan surat kosong yang selama ini ia tinggalkan. Banyak hal yang ingin kutanyakan, banyak hal yang belum terjawab. Aku menunggu dan selalu menunggu. Namun, ia tak juga datang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Bukan) Keluarga
  • Hidden Love | Mees Hilgers |
  • Cahaya Dirimu
  • After You, The Rain Felt Different
  • MY UNIVERSE - RORASA
  • Ketika Bulan Memutuskan untuk Bersembunyi
  • Heart Attack
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines