Story cover for Never Say Never by Cattleya257
Never Say Never
  • WpView
    Reads 284,297
  • WpVote
    Votes 18,689
  • WpPart
    Parts 129
  • WpView
    Reads 284,297
  • WpVote
    Votes 18,689
  • WpPart
    Parts 129
Complete, First published Jun 09, 2024
Mature
Rebecca adalah mahasiswi paling cerdas di kampus. Pemenang berbagai penghargaan, ketua angkatan, dan dijuluki kampus queen. 

Populer, cantik dan smart. Pacarnya ganteng, sahabatnya juga keren. 

Tapi dunianya runtuh ketika dia tahu pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. 

Untuk balas dendam, dia mendatangi Giovanni.

Giovanni adalah playboy paling terkenal di kampus, yang terbiasa hanya sebulan bersama seorang perempuan. 

Meski begitu, tetap saja ada banyak wanita yang mengantri giliran untuk bisa bersamanya. 

Rebecca meminta Gio jadi pacar sewaannya, untuk membuat mantannya menyesal. 

Gio setuju. Bayarannya?

Akses ke ranjang Rere kapanpun dia mau.

Dari cewek baik-baik, Rebecca berubah jadi partner FWB Gio. 

Dia yakin hubungan gila ini hanya sesaat. 

Bagaimana dengan Gio?

Semalam bersama, besoknya dia sudah dihantui kemungkinan bahwa Rere bisa saja meninggalkannya untuk laki-laki yang lebih baik. 

Jadi bagaimana? 

Apa perempuan cerdas seperti Rebecca mungkin bersama Casanova seperti Gio?

"Don't worry. I'll never fall for you."

"Haven't you heard, Re? Never say never."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Never Say Never to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
It's Always Been You✔️  by WinterAurora00
44 parts Complete
Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?
You may also like
Slide 1 of 9
Sergio | Haechan cover
ABANG || JICHEN (END) ✔️ cover
It's Always Been You✔️  cover
ROYAL AND NOBLE cover
Who's The Victim | JenSelle cover
Perfect Boyfriend • [Jeno] ✔ cover
Delayed Love || Chenji/Jichen (END)✔️ cover
Asrama Purple1 cover
Kumau Dia (Nomin)  cover

Sergio | Haechan

41 parts Complete

"Jen lariii" Gio menarik tangan Jeno mereka berlari tanpa arah bahkan Gio meninggalkan Motor sport nya di pinggir jalan. Mereka memasuki pemukiman warga dan terus berlari sesekali Gio menatap kebelakang memastikan orang-orang itu masih mengejar atau tidak. "Kejar mereka jangan sampe lolos" "Jen lo lari ke kerumunan warga yang di sana terus minta tolong gue bakal ngalihin mereka" ujar Gio mengatur napasnya "Lo gila tar lo kenapa-napa kita bareng aja" Jeno tak menyetujui saran dari Gio "Udah buruan, ohiya kalo gue kenapa-napa bilangin kalo gue yang ganteng ini sayang banget sama nyokap bokap gue terus bilangin juga gue sayang banget sama bang Anta. Lo pergi buruan" usir Gio, dan Jeno berlari secepat mungkin untuk meminta bantuan. "Sialan si Gio lagi genting begini masih aja becanda" gumam Jeno Pernah Peringkat #1 in mengikhlaskan #2 in pembohong # 12 in kenangan #33 in leehaechan