MILIK ARDAN

MILIK ARDAN

  • WpView
    Reads 1,108
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2024
WpInfo
Non-Fiction
"Senggol dikit, bacok" cetus giffari. Dikenal sebagai "ketua geng motor". giffari adalah sosok yang kasar dan tegas yang memimpin geng motor black thunder, dengan tatapan tajam dan sikap yang tak kenal ampun. kemudian dia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis yang menjadi korban bully di sekolah, namun di balik semua itu giffari menyimpan banyak luka karna setiap hari ia selalu di siksa oleh papanya. Kalo kalian penasaran langsung di baca aja. JANGAN LUPA DI VOTE!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAYXCAIN
  • The Beginning Of It All
  • Sun Meets Ice
  • Alexxa Or Clara [END]
  • Cewek Barbar Vs CEO Posesif
  • That's the story
  • SATRIA (End)
  • Cracked Love
  • GLANCE
  • REYGARAN - END
RAYXCAIN

⚠️𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖𝗔⚠️ ⚠️ 𝑴𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏𝒅𝒖𝒏𝒈 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒔𝒂 𝒌𝒂𝒔𝒂𝒓. ⚠️ 𝑩𝒆𝒃𝒆𝒓𝒂𝒑𝒂 𝒂𝒅𝒆𝒈𝒂𝒏 𝒕𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒅𝒊𝒕𝒊𝒓𝒖. ⚠️ 𝑼𝒘𝒖𝒑𝒉𝒐𝒃𝒊𝒂 𝒅𝒐𝒏'𝒕 𝒄𝒐𝒎𝒆 𝒄𝒍𝒐𝒔𝒆. 𝐑𝐀𝐘 𝐅𝐀𝐑𝐋𝐄𝐎𝐙 𝐀𝐁𝐈𝐒𝐀𝐓𝐘𝐀 ☾︎R͟a͟y͟☽︎ Ray ketua geng motor besar dan kuat bernama Xcain. Sikapnya yang dewasa dan tegas mampu mengarahkan teman-temannya ke jalan yang baik. Perjodohan dengan alasan balas budi. Bisakah Ray mengatasinya? •• •• •• •• •• "Kalau gue diculik sama temen lo gimana?" Pertanyaan itu dilontarkan oleh Moci. Ray tertawa mendengar penuturan aneh istrinya. Siapa juga yang mau menculik? "Siapa yang mau nyulik istrinya ketua, hm?" balasnya saat tawa itu sudah mereda. "Ya, ya, siapa tau mereka punya hasrat sama gue!" sahutnya dengan suara yang tak bisa santai. "Kalem dong, sayang." "Enggak bakalan ada yang berani berbuat yang macem-macem sama lo selagi mereka tau siapa suaminya." lanjut Ray sedikit membanggakan dirinya dan juga meyakinkan gadis di sampingnya. "Kalau sampe gue diculik di sana dan gue kenapa-napa, lo tanggung jawab!" cetus Moci mewanti-wanti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines