Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Evolusi Mimpi

Evolusi Mimpi

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 22, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Zoe, perempuan gigih yang mendapatkan kesempatan beasiswa untuk bersekolah di Carmel International School. Sekolah yang berisi 0.1% orang terkaya di negeri ini. Sekolah yang masih menjunjung tinggi hirarki sosial. Sekolah yang ternyata tidak mengedepankan rasa kemanusiaan. Zoe harus bertahan, demi mimpi yang harus ia wujudkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#25
internationalschool
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nafisa (TAMAT)
  • Middle School Ruler
  • 7 PRINCE [END]
  • leos leguard
  • 𝐋𝐢𝐧𝐞 𝐎𝐟  𝐃𝐞𝐬𝐜𝐞𝐧𝐭 (End)
  • [✓] Four Geniuses
  • REN ALEXANDER
  • THREE BOYS END THREE GIRL'S S2 _END
  • Kisah kita
  • REVENGE OF ANTAGONIST

Nafisa dan Naura adalah anak kembar-lahir dari rahim yang sama, dibesarkan di rumah yang sama, tapi tumbuh di dunia yang terasa sangat berbeda. Naura selalu menjadi bintang keluarga: aktif, ramah, dan selalu jadi kebanggaan Mamah. Sedangkan Nafisa... hanya menjadi pelengkap. Sekuat apapun ia mencoba, prestasinya tak pernah cukup berarti dibandingkan saudaranya. Nafisa diam. Bertahan. Menerima peran sebagai bayangan, hingga satu titik meledakkan segalanya: ketika Naura diizinkan sekolah ke Bandung, sementara Nafisa dilarang ke Malang-padahal itu adalah impiannya sendiri. Di balik luka yang tak terlihat, Nafisa mencoba tetap kuat, meski sempat jatuh dan menyakiti dirinya sendiri. Tapi di tanah rantau yang jauh dari bayangan Naura, Nafisa mulai menata ulang hatinya. Ditemani oleh sosok-sosok baru yang tulus menerimanya, seperti Kak Kemilau dan Kak Viera, Nafisa belajar menyembuhkan luka, mengenali dirinya sendiri, dan berdiri tanpa perlu bayangan siapa-siapa. "Saat dunia tidak berpihak kepada ku, tetapi aku harus tetap hidup." Kalimat itu bukan hanya pengingat-itu adalah napas Nafisa. Sebuah pengakuan bahwa dalam sepi dan luka, ada kekuatan untuk tetap melangkah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan