Stay With Me

Stay With Me

  • WpView
    Reads 759
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
Dukedom Azurethra berdiri di bagian selatan kerajaan Celesterra. Terlahir seorang lady berambut putih dengan manik manik berwarna biru terang bak lautan, Brielle terlahir sempurna dengan kekuatan unik. Dia adalah satu satunya orang yang memiliki jenis kekuatan element yang unik. Brielle memiliki element Flora namun dia juga bisa menyembuhkan nyawa orang lain dengan mengorbankan salah satu dari kelopak bunga lotusnya. Suatu hari, Brielle jatuh cinta dengan sang putra mahkota yang memiliki kekuatan api yang sangat bertentangan dengan kekuatannya. Brielle berjalan perlahan lahan dari belakang, Brielle seketika terhenti ketika melihat urat urat di tangan kekar Blaxton terlihat jelas. "Apa dia sedang marah?" Brielle berjalan perlahan dan melingkarkan jemarinya di jemari Blaxton. Blaxton langsung tersadar dan menatap mata biru laut yang indah itu "Meski kamu memiliki kekuatan api, aku tidak takut terbakar kok tenang saja" Brielle tersenyum. Manik manik berwarna merah api itu membulat secara sempurna, dia menarik lengan Brielle dan memeluknya dengan erat. "Terima kasih..." Blaxton menenggelamkan wajahnya ke tengkuk Brielle sambil memejamkan matanya. Akankah takdir berpihak pada mereka? Yang dari awal sudah bertentangan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Amaar : The opponent of destiny
  • Elgora Clifton (End)
  • Eclipsed Bonds [COMPLETE]
  • Tyrant With Villainess
  • The Broken Crown (END)
  • the Castle
  • Legacy of Velmora Season 1
  • "Kristal End Blue Light "(C)✔️✔️

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines