[slow update] ☕︎︎
ㅤㅤㅤㅤㅤwritten in the golden hour 𝜗𝜚
"Still, thank you, really. For walking, for the quiet, for just.. being here." - Navy
"You made it easy to stay." - Neil
Cinta, persis secawan kopi yang diracik perlahan. Tidak terus manis, dan tidak juga selalu pahit. Buat Neil dan Navy? Yang paling bermakna adalah saat keduanya wujud bersama, dalam satu hirupan yang tenang.
Hubungan mereka tumbuh perlahan, lewat bicara-bicara kecil. Lewat senyuman yang tidak selalu dibalas. Lewat waktu-waktu sepi yang mereka kongsi tanpa perlu penjelasan.
Ini kisah mereka, tentang dua jiwa yang belajar mencintai tanpa tergesa, tentang ruang yang mereka isi dalam diam dan tentang perasaan yang tidak pernah pun hilang, hanya menunggu masa untuk kembali pulang.
"Thank you for redamancy-ing my love, Neil."
⏤͟͟͞͞
❒ slow burn & soft burn
❒ romcom
❒ love epiphany
❒ slice of life
"Umur Nuh dah 32 tahun, bila nak bagi nenda cucu menantu?" -Nenda Asiah
"Isa kan ada..."-Isa Iman
Jika diikutkan hati dan diri sendiri, Nuh Iman tak pernah kisah pun soal peneman hidup. Langsung tidak tercabar dengan adiknya yang terlebih dahulu mempunyai pasangan hidup berbanding dirinya. Sikit pun Nuh tak heran.
Tapi disebabkan desakan Nenda Asiah pula yang membuatkan Nuh tertekan. Asal balik kerja tanya soalan yang sama sehingga Nuh penat beralasan yang sama dan Nenda Asiah juga muak mendengar alasan yang sama. Sampaikan Nenda Asiah terpaksa mengugut cucunya itu.
"Nuh cakap Nuh tak kisah kan soal jodoh Nuh? Apa kata nenda kenenkan Nuh dengan Maleeka?"-Nenda Asiah
Crapp!!
Nak terpisah roh dari badan bila mendengar sebaris nama yang meniti di bibir nendanya. Nuh geleng kepala dibuatnya.
"Cik bunga tolong aku cik bunga"- Nuh
"Satu malam RM500 apa macam? Setuju pak dato'?"-Nur Calla
Nak taknak, Nuh terpaksa bersetuju.
Namun satu hal sudah selamat, timbul lagi satu hal pula. Itulah pepatah dah cakap terlajak perahu boleh diundur, terlajak kata besar masalahnya.
"Nuh tak boleh nikah dengan Maleeka..."
"Kalau susah sangat dato' nak deal dengan nenda, kita cer-"
"Diamlah! Jangan cakap pelik-pelik lagi!"