Have u ever learned?

Have u ever learned?

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
Hanya deretan penyesalan yang tergores di sini. -Hekmatyar Reihana Pernahkah kita merenungkan dalam keheningan, mengenai kesalahan-kesalahan yang telah kita buat? Setiap langkah yang tersesat, setiap luka yang membekas, adalah cermin bagi jiwa kita, memanggil untuk introspeksi dan perbaikan diri. Adakah dalam kejatuhan itu, kita menemukan kekuatan untuk bangkit dan belajar? Pertanyaan ini mengajak kita menyelami kedalaman kesadaran, menelaah hikmah dari setiap kesalahan, dan menumbuhkan kebijaksanaan dari penyesalan. Maka, pernahkah kita, dengan segala kerendahan hati, benar-benar belajar dari kesalahan-kesalahan itu?
All Rights Reserved
#611
pelajaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Our Journey To Love
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Dua Hati
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • GADIS
  • Shadows of Love
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Antologi Raka

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines