BERTEDUH

BERTEDUH

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 19, 2024
"Janji ya? Kita bakalan bareng terus." "Besok kemana lagi ya?" "Aku suka fotoin hal random." "Bromo aja gimana?" "Belajar al, kalo nggak kita gabakal jadi ke Malang" "Aku mau study tour, nanti kalau udah sampai aku kabarin." ______ Beritahu aku kemana aku harus bercerita tentangmu jika bukan pada semesta. Kemana aku harus mencarimu jika bukan pada dunia, kemana aku harus menemukanmu jika bukan diantara dalamnya samudra, sampai kapan aku harus menunggumu jika bukan sampai ribuan waktu berlalu. Beritahu aku sejauh mana aku harus mencintaimu lagi hingga tersesat, hingga aku tidak akan pernah lagi menemukan yang lebih indah dari menatap ragamu, merindukan bayangmu, mendengarkan katamu, dan menjelajah dunia bersamamu. Dalam labirin yang kau cipta ini, aku hanyalah sang peniti makna yang tak pernah tersampaikan pada pemiliknya. Untukmu, sebuah pesan yang tak pernah sempat tersampaikan.
All Rights Reserved
#964
heartbreak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • As Possible
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • CACA (TAMAT)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Informed Consent
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Cinta Berbalut Puisi

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines