Story cover for The Past Perfect by aliensyd
The Past Perfect
  • WpView
    LECTURAS 141
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 18
  • WpView
    LECTURAS 141
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 18
Continúa, Has publicado jun 11, 2024
Aneh, aku menunggumu tuk melihatmu bersama yang lain. (150923)

Kamu harus tahu bahwa hari demi hari aku terus menunggumu.

Note: waktu dan tempat adalah kejadian nyata. Semua tulisan murni cerita pribadi penulis.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Past Perfect a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#359sejati
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Ayo menepi dulu, sebentar saja. de awmawindh
6 partes Continúa
[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
KUMPULAN PUISI cover
Dalam Diam ku ✔  cover
LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG  cover
Ayo menepi dulu, sebentar saja. cover
Tepian Semu || Lilynn✅ cover
Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•|| cover
KIDUNG CINTA AKU & DIRIMU cover
Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan) cover
DALAM DIAM ADA RASA cover

KUMPULAN PUISI

152 partes Concluida

jika sebuah hati tak bisa mengungkap dengan lisan maka tulisan adalah media yang jujur untuk menjelaskan apa yang dirasakan Ig : SABDARINDU2 disana juga banyak puisi sama quotes