Hujan Tanpa Pelangi

Hujan Tanpa Pelangi

  • WpView
    Lectures 681
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mots-clésbabymonsterrami
Luka fisik yang ku dapatkan tidak seberapa dengan luka mental yang ku terima" - Gistara Swastamita Putri "Pembunuh sepertimu tidak pantas hidup di dunia ini" - Adeeva Nisha Agrwala "Setelah membunuh Ayah dan Bunda sekarang kau juga ingin membunuh kami? Iblis sialan" - Bintang Okalia Anastasya "Lahirnya dirimu membawa malampetaka untuk keluarga ini dasar anak sialan" - Aruna Amerta Dirandra "Aku selalu menunggu hari kematianmu, adikku sayang" - Harum Puspita Samasta "Kematian di balas dengan kata maaf itu tidak adil. Nyawa di balas dengan nyawa, ingat kata maaf sudah tidak berlaku lagi di dunia ini" - Fiona Claretta Varellyn "Aku tidak membencimu adikku, namun keadaan yang memaksaku untuk membencimu. Maafkan kakak, Gistara" - Alesha Alurra Latisya
Tous Droits Réservés
#175
rami
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Tak Sejalan
  • save me
  • Virtual World : Six Month [ END ]
  • Es Batu
  • Mommy nya Araa~
  • IGNIS
  • Saudara Tiri || Ending ✅

Ini akhir cerita mereka: Tentang sebuah rasa yang tertanam sejak lama namun harus pupus sebelum berbunga. Karena cinta memang hanya untuk dirasakan bukan untuk dimiliki. Tentang sebuah rasa yang gamang tertanam dihati. Percaya masa lalu adalah dusta. Namun pergi meninggalkan terasa sulit. Karena cinta itu memang menguji untuk menjadi akhir yang bahagia. Tentang sebuah rasa yang disadari dengan terlambat. Ketika mengucapkan cinta, tak ada yang berbekas. Ia hanya seperti berbicara pada bayangannya sendiri. Iya, Adit memang cinta. Namun waktu terus melangkah dan tak pernah tinggal untuk sekedar diam sebentar. Tidak, Dina bukannya merebut. Ia hanya memberi kenyamanan sebatas teman yang tak pernah lebih. Jika Adit merasa sebaliknya, itu bukan salahnya. Karena hati tak pernah salah memilih rasa. Yang salah itu, pandangan lainnya. Sama seperti apa yang Fasha kira. Yang awalnya berpikir untuknya tapi ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi saat ini. Ketika Adit memilih untuk pergi sementara ia tetap tinggal di dalam masa lalu mereka. Dan Dina yang terjebak di antara mereka seolah harus bertanggung jawab atas semua luka yang tercipta. #SeriPertama Sekuel dari: Keluarga Adhiyaksa -Ardina Wirasatya- Anak dari: Aisha Fayola Adhiyaksa & Adnan Wirasatya -Fasha Adhiyaksa- Anak dari: Fadli Adhiyaksa & Calista Anggraina Carissa Aznii

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu