We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Perjanjian Sebelum Cerai

Perjanjian Sebelum Cerai

  • WpView
    Reads 32,461
  • WpVote
    Votes 952
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 11, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Sherly hamil anakku sekarang, aku tidak bisa membiarkannya tinggal di kontrakan seorang diri, jadi aku mohon terimalah dia di rumah ini, kita rawat bersama anak yang lahir dari rahimnya," ucap Ryan dengan tatapan mengiba. Bagaikan tersambar petir di siang hari, Syifa begitu terluka saat sang suami membawa istri barunya ke rumah dan mengatakan jika wanita itu tengah hamil anaknya. Dua tahun Syifa menjalani rumah tangga dengan Ryan, tetapi belum di karuniai buah hati. Awalnya Syifa berusaha menerima pernikahan sang suami dengan istri barunya karena sang suami berbohong mengatakan pernikahan itu terjadi karena keterpaksaan, tetapi setelah tahu jika sang suami dengan istri barunya sudah selingkuh selama setahun sebelum menikah keributan besar pun terjadi. Dina ibu dari Ryan menyuruh Ryan menceraikan Syifa lalu meminta harta gono-gini. Syifa setuju bercerai, tetapi dengan beberapa perjanjian. Seperti apa perjanjian sebelum cerai tersebut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EX-HUSBAND (COMPLETED)
  • Wanita Kedua Suamiku (On Going)
  • Pernikahan yang Gillian Inginkan
  • RUMAH KITA
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • Asyifa (Terbit)
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Pelakor Itu Adalah Iparku

"Aku tidak percaya dia anakku. Kita selalu menggunakan protection, Kayla! Tidak mungkin kamu bisa hamil.... Tidak mungkin anak yang kamu kandung itu anakku!" "Dengar, Ando, aku tahu kamu belum siap. Aku juga belum siap. Tapi anak ini datang, anak ini anugrah buat kita... Kita bisa menghadapinya sama-sama, Ando," kata Kayla berusaha meyakinkan suaminya. Didekatinya suaminya. "Ando, aku senang sekali punya kesempatan untuk menjadi ibu dari anakmu. Kita bisa melalui ini, oke?" "Tidak, Kayla, kita masih terlalu muda!" teriak Orlando histeris. Dia menjauhi istrinya. "Tidak, tidak.... Aku tidak mau bayi itu lahir. Aku tidak mau dibebani tanggung jawab sebagai ayah!" Enam tahun lalu laki-laki itu menyuruhnya pergi dan Kayla harus membesarkan anaknya sebagai orangtua tunggal. Sampai suatu hari, kembali dipertemukan dengan orang yang sangat dibencinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines