Kopi yang Tertinggal di Kota ini

Kopi yang Tertinggal di Kota ini

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Small town
College and University
Destined Love
"Jadi Mas kira semua orang sukanya sama?" "Bukan begitu..." "Saya cuma berpikir..." Laki-laki itu kembali mengusap tengkuknya. "...kalau terlalu pahit, nanti enggak enak diminum." Gadis itu menatap cangkir di atas meja beberapa saat sebelum kembali menatap laki-laki di depannya. "Mas." "Iya "Americano itu memang pahit." Laki-laki itu langsung mengangguk. "Iya." "Kalau takut pahit..." "...orang enggak akan memesannya." Kalimat itu tidak diucapkan dengan nada tinggi. Justru tenang. Namun cukup membuat laki-laki itu kehilangan jawaban. "Maaf ya, Kak." Kali ini suaranya jauh lebih pelan. "Saya benar-benar enggak kepikiran." Gadis itu menggeleng kecil. "Sudahlah." "Nanti saya buatkan yang baru." "Enggak usah." "Tapi ini salah." ----- "Aku tahu kamu sakit." "Aku tahu kamu kehilangan dia." "Aku tahu kamu masih berharap semuanya bisa balik seperti dulu." "Tapi Qyara..." Suaranya pecah sedikit. "Dia pergi bukan berarti kamu harus ikut menghukum diri kamu karena itu." Qyara menggigit bibir. Farah mengusap wajahnya kasar. "Aku marah karena kamu yang selalu bilang ke aku buat jangan menyerah sama hidup, jangan nyalahin diri sendiri, jangan merasa nggak cukup..." Farah menatapnya. "Tapi kamu sendiri melakukan semua itu ke diri kamu." Air mata Qyara akhirnya jatuh. Tanpa suara. Farah melihatnya dan justru semakin sedih, "aku kangen kamu yang dulu"
All Rights Reserved
#738
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Under The Authority Of Senopati
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Clause of Us
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • OBSESISEAN 21+ (TAMAT)
  • Night Calls
  • Jadi Bodyguard?
  • Siap-siap Jadi Ibu
  • Silent Traces by the Sea [Usai)]

Menjual dirinya sendiri demi menyelamatkan karirnya merupakan pilihan terbaik di bandingkan mempertahankan harga diri namun karirnya yang kini sedang melonjak tinggi akan hancur dalam satu malam saat berita tentang kasus Ayahnya terungkap ke publik. Begitu yang Kahiyang pikir saat ini. Tidak peduli bagaimana nasib Ayahnya yang telah melakukan korupsi dan skema pencucian uang dari proyek-proyek nasional, Kahiyang lebih memilih menyelamatkan dirinya sendiri dan menyelamatkan karirnya meski harus menikah dengan Senopati Aji Ciptowiryo. Setidaknya pria beranak satu itu akan menjamin perjalanan karirnya sebagai model meski harga yang pria itu berikan untuk sebuah perlindungan sering kali lebih menyerupai transaksi daripada bantuan. *** ⚠️Mature⚠️ Under The Authority Of Senopati, peachyjaelove16

More details
WpActionLinkContent Guidelines