AETHER LUMEN || TIME TRAVEL

AETHER LUMEN || TIME TRAVEL

  • WpView
    Reads 932
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 12, 2025
"Jadi... eksperimen itu berhasil, ya?" Di antara riuhnya kehidupan dewasa yang sibuk, Keenan menemukan dirinya terpanggil kembali ke masa lalu. Seorang pria dewasa berumur 40 tahun ini tersentak saat menemukan gelang coklat tua dikotak kenangan lamanya. Gelang itu adalah kenangan dari masa remajanya, yang lebih dijalani sebagai siswa sekolah menengah yang penuh impian dan ke khawatiran. Namun, dengan cara misterius, Keenan menemukan dirinya terlempar kembali ke tubuhnya sebagai Keenan siswa di masa lalu. Dalam bentuk muda ini, dia harus menghadapi cinta pertamanya, Ranaya, dan semua rahasia yang telah lama terkubur. Dengan gelang sebagai pengingatnya, Keenan harus berusaha untuk mengubah masa lalunya dan mungkin juga masa depannya. This story was published on June 12, 2024.
All Rights Reserved
#600
yushi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • Seventeen Years Old
  • MEMORY LOSS ' (BYEON WOOSEOK) [END]
  • Me,You and the story we went through.
  • Kenan Transmigrasi
  • The Girl Who Forgot Us [END]
  • Belong
  • Love Scenario [END]
  • Chocolate or Coffee✔

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines