Struggle: A Tale of Unity and Love

Struggle: A Tale of Unity and Love

  • WpView
    Reads 726
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 12, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
Dalam gemerlap keangkuhan kolonialisme yang merajalela, cinta terlarang antara Alard, seorang Belanda, dan Wulan, seorang pribumi, tumbuh di tengah perlawanan keras waktu dan realitas. Namun, di balik cahaya gemerlap itu, bayangan masa lalu yang kelam dan konflik-konflik zaman menyelimuti langkah mereka. Dalam perjuangan melawan takdir dan harapan, Alard dan Wulan harus menghadapi pertanyaan yang menggantung di udara: dapatkah cinta mereka bertahan melawan gelombang kebencian dan ketidakpastian yang mengancam meruntuhkan segalanya, ataukah akan sirna ditelan derasnya arus sejarah yang tak kenal ampun?
All Rights Reserved
#128
belanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tuhan Juga Lari
  • Suara Perjuangan
  • Let Me Love You [TERBIT]
  • Nona Inlander [End]
  •  𝐄𝐥𝐢𝐳𝐚𝐛𝐞𝐭𝐡 [END]
  • Gundik
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • 𝐀𝐤𝐮 (Bukan) 𝐒𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐍𝐲𝐚𝐢  [END]

Tahun 1943. Di jantung Kalimantan yang hancur oleh perang dan keserakahan imperialisme, sebuah kamp konsentrasi rahasia berdiri-bukan untuk menahan manusia, tapi untuk melenyapkan mereka dari sejarah. Di tanah tempat tubuh menjadi upeti dan jiwa dianggap surplus, seorang penjaga kamp menemukan Alkitab terselip di bawah jenazah tawanan. Lalu ia bertanya- Jika Tuhan adalah saksi, mengapa Ia diam? Jika Tuhan adalah penguasa, mengapa Ia tak hadir? Atau... mungkinkah Tuhan pun telah melarikan diri? Inilah kesaksian dari sudut pandang pelaku. Bukan tentang pahlawan, melainkan tentang seorang manusia yang perlahan kehilangan segalanya-termasuk imannya sendiri. Novel ini adalah doa yang terlambat, catatan politik yang dibakar, dan bisikan sejarah yang nyaris lenyap. Sebab dalam tiap kekejaman yang dilegalkan negara, ada satu jiwa yang cukup waras untuk mempertanyakan segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines