Story cover for RISIH (ORINE) by liylyly
RISIH (ORINE)
  • WpView
    MGA BUMASA 3,545
  • WpVote
    Mga Boto 295
  • WpPart
    Mga Parte 3
  • WpView
    MGA BUMASA 3,545
  • WpVote
    Mga Boto 295
  • WpPart
    Mga Parte 3
Ongoing, Unang na-publish Jun 12, 2024
Sejak erine tau jika dirinya di kapalkan oleh oline teman degenerasinya itu sedikit canggung. Oline pun tau tetepi ia tidak peduli hal itu, ia sejak perkenalan gen12 pun sudah ingin menerima jika dirinya jika di kapal kapalkan. Dan sekarang ia di kapalkan oleh erine. Teman degenerasinya
All Rights Reserved
Sign up to add RISIH (ORINE) to your library and receive updates
o
#707orine
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
Leo 2 : Soulmate? ✔ cover
Jalan Kita [Orine] cover
Darkness [ORINE] cover
THAT'S MY IDOL (orinee😋😋) cover
only he is the one i want [ lilynn ] cover
Silent Scars | Orine cover
Teman Level 6 (orine) cover
Wanderlust (ORINE) cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 parte Ongoing

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?