Rindu Perihal Ayah

Rindu Perihal Ayah

  • WpView
    Reads 1,631
  • WpVote
    Votes 857
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2024
Ini hanya sekadar sebuah puisi untuknya yang telah tiada. Kehilangan memang akan dirasakan oleh semua orang. Menghadirkan kerinduan yang begitu menggebu asa. Kerinduan tentangnya ini semakin terasa, ku tuangkan indah dalam sajak puisi rindu. Mengukir namanya dalam puisi syahdu, sebagai pelepas rasa rindu.
All Rights Reserved
#14
rinduayah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jendela Rasa ✔
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • Dingin Cinta Nauli (END) // Revisi Bertahap
  • Equinox
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • ROMANSA KATA
  • Langit Tanpa Batas
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • VALESA (END)
  • RUMPANG RAMPUNG

"Karena yang selalu ada belum tentu abadi selamanya." ... Langit senja tidak pernah punya kata untuk bercerita, akan tetapi ia punya warna sebagai bentuk bagaimana ia berbicara. Tentang bagaimana jingga keemasannya perlahan-lahan turun lalu mulai tertelan oleh bumi semesta, juga bagaimana senja yang pergi meninggalkan jejak warnanya secara cuma-cuma. Maka, biarkan ia sekali saja menumpahkan sisa-sisa rasanya sebab kini senja benar-benar telah meninggalkan. Biarkan ia untuk terakhir kali menyaksikan senja tanpa warna di balik jendela kamarnya, sebelum akhirnya ia juga akan hilang. Sendiri. Dalam sepi. Dan mungkin tidak akan pernah kembali. Lalu detik itu ia sadar sesuatu, bahwa senja yang ia nikmati sejak dulu, kini senja itu tidak akan pernah lagi kembali utuh. Juga dirinya yang perlahan ikut luruh bersama bias jingganya yang semu. Start: 01/09/2021 Finish: 26/12/2021 #twuter2k21 #kadentyaspublisher

More details
WpActionLinkContent Guidelines