Where Vows Turn To Ashes [ SA ]

Where Vows Turn To Ashes [ SA ]

  • WpView
    Leituras 212
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 28, 2025
Pernikahan mereka dimulai dengan sebuah kebohongan. Dia - Nismara Rinjani - wanita picik dengan senyum yang penuh maksud. Hasratnya akan dendam yang telah menenggelamkan dirinya ke dasar jurang kini membuatnya gelap akan kemarahan hingga buta akan rasa iba. Sandiwara yang perlu ia tuntaskan tanpa sengaja justru melahirkan cinta yang lahir dari dendam. Hingga saat topeng - topeng sandiwara itu mulai retak, satu hati akan hancur lebih dalam dari yang pernah dibayangkan. Dan janji - janji suci yang pernah terucapkan akan berubah menjadi abu. "He gave her his heart. She gave him his ruin." - WVTIA
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ku Ingin Kau Kembali
  • Kebenaran Rindu
  • Behind Our Eyes
  • I Love You But I'm Letting Go
  • Queen. Re-Birth from my dark life
  • suami manis ku
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • The Gooddes Of Love (Naruto OC) END
  • Cafuné [✓]

"Rerin batal gugat cerai, kamu? Karena berhasil kamu tipu?" "Iya. Keluarga aku pintar. Rerin dan keluarganya bodoh, makanya berhasil aku ngelabui dan tipu." "Kejam, kamu!" "Dari pada aku kehilangannya! Keinginan mama ku penuhi, Rerin akan tetap ada dalam hidupku! Ya, lebih baik ku poligami, Ric. Walau yang Rerin tahu, pernikahanku dan Lia hanya pura-pura, padahal... ya.. kamu tau segalanya, Eric." Rerin yang berdiri dengan kue tar di tangannya di samping pintu rumah Eric yang terbuka lebar, bagai tersambar petir mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut suaminya dan sahabat suaminya. Tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepal gemetar hebat. Dan detik ini, kepala Rerin terlihat menggeleng kuat dengan tatapan nanarnya. Tidak ada air mata, karena Rerin berhasil menahannya. Rerin yang... "Saat ini, aku sudah tau kebusukanmu, Sander! Ku janji, di hari ulang tahunmu besok pagi, surat cerai sudah ada di atas meja kerjamu! Ya! aku membuangmu, Sander!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo