The High School Starlight

The High School Starlight

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 9, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Tagsvsoo
"Lo bodoh? Gue tau bukan lo yang bunuh. " "Kenapa bodoh? setiap yang gue lakuin bukan hal bodoh, karena gue tau mana salah atau enggaknya." "Gak bodoh, lo pikir? Orang pinter mana yang mau melakukan hal kayak yang lo lakuin ini? Lo dibuatin karena emang cinta lo sama keenan." "Bukan itu permasalahannya." "Lalu apa Rey? Apa gara-gara kasus itu? lo.... selamanya bakal gini? jadi tameng buat setiap permasalahan keenan?" "Kebanyakan orang bilang, kalau cinta itu buta. Tapi, yang gue lakukan sekarang bukan atas dasar cinta, tapi kewajiban!" "Kewajiban gimana? Setelah lo berkorban saat kasus pembunuhan, itu juga lo sebut juga kewajiban? gue gak tahu lagi harus bicara apa sama lo." "Cuma satu dim, gue mau keenan hidup bahagia selamanya." "Maksud lo?"
All Rights Reserved
#125
vsoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Kata yang Tertulis [TERBIT]
  • Story Of Nine
  • RAKAALENA
  • Three Targeted Girls!!
  • [EXO ff] Dady Saranghae
  • About Reva (END)
  • Bukan Upin Ipin
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • benci tapi rindu
  • [NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔

Sebuah kata yang tertulis akan menjadi deretan kalimat yang setiap barisnya memiliki makna dan suasana yang berbeda, dalam setiap paragrafnya terdapat sebuah nama yang akan abadi menjadi sebuah kisah yang panjang. " Gue sayang sama dia, tapi gue juga benci sama dia." Drianka Bumarta " Mau seberapapun lo benci sama gue, tapi tetep aja lo hanya bisa pulang ke gue." Chyara Bumarta Ego dan rasa gengsi yang tinggi membuat dua orang yang ternyata secara diam diam saling melindungi itu terus saja bertengkar. Konflik diantara keduanya membuat jarak seakan semakin menjauh. " Seharusnya, lo ilangin rasa gengsi dan ego lo, melawan lebih baik dari pada lo terus terusan berdiam diri kaya pengecut." " Lo tau sendirikan? kalau gue benci sama dia." " Tapi lo sayang sama dia kan? lo kaga mau dia kenapa - kenapa, tapi dengan sikap dan perilaku lo yang kaya gini justru buat dia kenapa - napa, secara mental, batin, dan fisiknya." " Karena gue berhak dan orang asing kaya lo kaga usah ikut campur." " Jelas karena gue harus ikut campur, gue lebih pantes di sebut abang yang baik dari pada lo abang kandung yang kaya titisan setan." " Lama - lama gue bunuh lo Rakasya!!" " Silahkan, tapi sebelum itu izinkan gue buat bunuh lo terlebih dahulu okey?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines