Tempest of adhira

Tempest of adhira

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2024
Pada abad 21, dunia modern yang penuh dengan teknologi canggih dan kehidupan serba cepat menyimpan rahasia kuno yang hampir terlupakan. Adhira adalah nama keluarga legendaris yang keturunannya telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Identitas mereka disembunyikan dengan sangat baik, dilindungi oleh alasan-alasan yang hanya diketahui oleh segelintir orang terpilih. Keluarga Adhira dikenal memiliki kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, di balik kekuatan tersebut, tersembunyi rahasia gelap yang menghantui mereka: setiap 500 tahun sekali, hanya satu Adhira akan bangkit kembali, membawa serta takdir yang tak terelakkan untuk mengacaukan dunia. Kisah ini mengikuti beberapa keturunan Adhira yang mulai mempertanyakan asal-usul mereka dan misteri yang menyelimuti keluarga mereka. Mereka menjalani kehidupan biasa, namun ketika tanda-tanda kebangkitan mulai muncul, mereka dipaksa untuk mencari kebenaran tentang diri mereka. Dengan latar belakang dunia modern yang penuh dengan teknologi dan keajaiban yang terlupakan, "Tempest of Adhira" adalah kisah epik tentang pencarian jati diri, konflik yang mendalam, dan kekuatan yang datang dari dalam diri di tengah pusaran misteri yang mengancam dunia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Princess of Perseus
  • Eclipsed Bonds [COMPLETE]
  • RELIK DUA DUNIA: KEBANGKITAN DARI TANAH AITHER(Lengkap)
  • kutukan sang adik kembar
  • The Miracle Of Crystals
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • mylize magic

Aula Aetherium bergema oleh napas lega, panji-panji tua menggantung seperti saksi bisu di atas sosok berlutut yang namanya telah berlari mendahului kebenaran, dan aku berdiri di antara mereka, menyaksikan para pemegang kuasa dan mereka yang percaya mengukuhkan keyakinan menjadi perayaan, seolah ketakutan dapat diakhiri dengan memenggal seorang manusia. Ketika algojo mengangkat pedangnya dan sebuah suara berbisik, "Dialah yang akan mengakhiri dunia ini," kata-kata itu jatuh ke dadaku bukan sebagai keadilan, melainkan sebagai restu untuk berhenti bertanya. Aku telah membaca lembar demi lembar masa lalu, menautkan jejak yang terserak, mengikuti kisah itu hingga semuanya menunjuk ke titik ini, namun pada saat sorak membumbung dan bilah pedang tertahan di udara, yang kurasakan hanyalah sunyi yang ganjil, kehampaan yang dingin, seakan kebenaran telah melintas pergi sementara kami sibuk menyepakati wujudnya. Lelaki itu tak menyerupai akhir, ia lebih tampak seperti jawaban yang disusun dengan rapi agar tak ada lagi pertanyaan yang perlu diselamatkan, dan ketika kerumunan menuntut darah, aku terlambat menyadari bahwa Aetheria masih runtuh di bawah keyakinan kami sendiri. Sebab apa pun yang benar-benar mematahkan dunia ini tak pernah berlutut di hadapan kami. Ia berdiri tanpa nama di antara sorak-sorai, tenang, tak terlihat, dan menang. Dan baru kelak kami mengerti, hari itu bukanlah awal keselamatan, melainkan saat ketika sesuatu yang jauh lebih sunyi akhirnya dibiarkan bebas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines