Marcellus

Marcellus

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2024
Seorang gadis yang dijodohkan karena urusan bisnis dengan seorang pria yang mempunyai pacar. Dan seorang gadis itu mencari cara untuk memenangkan hati suaminya, sedangkan pria itu sangat membenci istrinya karena perjodohan ini membuatnya harus putus dengan sang pacar.
All Rights Reserved
#120
dijodohin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengikat Hati [✓]
  • Menelusuri hati
  • Risha Dan Misi (Tamat)
  • EL&AL
  • Pangeran Itu SULTAN
  • ANDRENAYA (SUDAH TERBIT)
  • GIORGIO
  • My Husband Is Devil √ [SUDAH TERBIT]

Paradisha dan Arvasatya. Dua manusia yang disatukan dalam ikatan pernikahan melalui sebuah perjodohan yang direncanakan oleh orang tua mereka. Perjodohan di kalangan mereka adalah hal yang biasa. Pasangan mereka ditentukan agar mereka memiliki pasangan yang berasal dari kelas sosial yang sama. Pernikahan mereka juga menjadi jaminan atas kerja sama bisnis yang terjalin, agar kedua belah pihak tidak saling melepaskan diri dari ikatan kerja sama itu dan saling membantu satu sama lain. --- "Aku mau seorang anak dari pernikahan ini" Kata-kata itu membuat Arva terkejut. Paradisha. Perempuan ini sebelumnya mengatakan jika ia bebas melakukan apapun di pernikahan ini. Lalu sekarang meminta seorang anak dari pernikahan yang akan mereka jalankan. Bukankah itu terlihat tidak sinkron? "Kamu ingin mengikatku dengan kehadiran seorang anak?" Itu yang dipikirkan Arva. Percakapannya malam itu dengan Disha menunjukkan jika perempuan ini terlihat tidak masalah dan terima-terima saja dengan pernikahan mereka. Perempuan itu mungkin saja memang menginginkan pernikahan ini. Pemikiran itu memang sedikit tidak masuk akal. Tidak ada alasan yang membuat Paradisha menginginkan pernikahan ini selain titah orang tua. ©reduyerm 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines