Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
[✔] RANTAI LUKA

[✔] RANTAI LUKA

  • WpView
    LECTURES 26,438
  • WpVote
    Votes 3,712
  • WpPart
    Chapitres 34
WpMetadataReadTerminé lun., nov. 17, 2025
WpInfo
Fanfiction
Luka tak harusnya ia miliki. Sebagai satu-satunya anak yang diperhatikan ayahnya, seharusnya Halilintar merasa bersyukur. Namun tidak dengan Halilintar. Di perlakukan sebaik itu justru membuatnya semakin membenci ayahnya, pria yang masih harus belajar mengenai parenting.
Tous Droits Réservés
#518
gentar
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • [✔] HEY TWINS!
  • si Sulung & si Bungsu
  • [✔] Pangeran Keempat Mama
  • Kau lah Kakak Terbaikku! (END)
  • 🌟My Little Star End(BL)🌟
  • Memories Of Our Brother
  • SMILE (Boboiboy Fanfic) HIATUS
  • Let's Wreak Havoc | [ ✓ ]
  • Narasi Semesta 2025

Dia Halilintar si pengagum benda-benda langit pula sang pemilik senyum indah yang mencari arti kebahagiaan yang sebenarnya. "Aku muak.". "Al, kenapa pengen jadi VTuber?". Baru saja tenang dalam gulungan selimut selepas menjalani kewajibannya sebagai seorang muslim, Halilintar malah kembali ditegangkan oleh situasi saat Amato datang ke kamarnya dan mengecek hasil ulangan hariannya. "Ayo mulai dari awal, kisah kita yang jauh lebih manis. Hanya tentang cinta dan kasih sayang tanpa adanya perpisahan lagi," Gempa mengatakan kalimat tersebut dengan lembut di akhir ucapannya. "Aku takut kalau kita gak bisa ketemu lagi," Wasit mengangkat tangan Taufan sebagai tanda kemenangan. "Kenapa bukan kamu aja yang mati?" terdengar tenang namun menyakitkan. Amato dibutakan oleh amarah, dia tidak peduli lagi dengan ucapannya yang akan menyakiti Halilintar. "Halilintar mengalami pneumonia karena infeksi paru-paru yang cukup parah," kata dokter itu, suaranya tenang. "Ayah, sakit ..."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu