Our Taste

Our Taste

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 25, 2024
Bila Tuhan tidak pernah memberikan kebahagiaan, biarkan aku mengukir nya sendiri. Bila Tuhan tidak suka aku bahagia, biarkan aku melakukan hal yang aku inginkan. Bila Tuhan mengirimkan ku seseorang, biarkan aku mencintai orang itu dengan tulus. Ayrine, gadis berumur 18 yang seharusnya menginjak jenjang SMA, namun dunia menahan nya untuk sekolah. Ayrine yang seharusnya sekolah, ia harus bekerja di toko roti dan restoran korea. Ayrine, gadis kuat yang tidak memiliki harapan, tidak memiliki mimpi, tidak memiliki 'rumah'. Suatu ketika ia dipertemukan seorang lelaki tampan dan berhati mulia, Giolen. "Tuhan, apakah ini memang waktunya Ayrine untuk membuka hati Ayrine? Apa Gio orang yang pantas Ayrine cintai? Apa Gio orang yang seharusnya menggantikan kebahagiaan Ayrine selama ini?" "Tuhan.. biarkan Ayrine mencoba untuk kesekian kalinya.." Disini lah kedua rasa itu bertemu, rasa itu bercampur, rasa itu bersatu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • F A T E |NA Jaemin|
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • Nara dan Haikal
  • Empty | 00L NCT Dream
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • ARES BAGASKARA
  • Falling For The Devil [END]
  • Dilarang Jatuh Cinta | 00l nct dream x aespa ft. Johnny
  • F A K E ? [End]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines