Jajaran enam

Jajaran enam

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 19, 2025
Pernah kah terbayang tinggal di kostan kumuh di pinggiran kampus? Tak pernah sekalipun seorang wanita seperti Buda terbayang ditantang 6 bulan untuk tinggal di kostan itu demi sebuah tiket of japan, entah lah itu tawaran baik atau tidak namun itu terasa menggiurkan bagi seorang Buda yang obses. Bagaimana hidup Buda kedepannya, atau apakah Buda bertahan hidup dengan manusia-manusia aneh bukan kepalang?
All Rights Reserved
#107
teorikatapublishing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Buku 2] Panduan Karakter Figuran Untuk Bertahan Hidup di Manga
  • Takdir Kedua Aska✅
  • Jace's New Life [Transmigrasi]
  • [BL] Buah Ceri Saya Akan Meledak di Kiamat
  • CERITA SETELAH PERANG (SASUNARU)
  • My family is my happiness||ENGLOT
  • Kehidupan Ketiga Cale Henituse

Bagian 2 [Novel Terjemahan] [NO CP] "Akademi Kemampuan Tak Terbatas" Pada hari pertamanya di Akademi Kemampuan Tak Terbatas, siswa baru Kelas F, Su Bei membangkitkan kemampuan baru. Saat itulah ia menyadari bahwa dunia mereka sebenarnya adalah sebuah manga. Dan protagonis dari manga ini adalah teman sekelasnya, Jiang Tianming. Namun, itu bukan inti ceritanya. Inti ceritanya adalah bahwa di bab selanjutnya dari manga ini, dia, Su Bei, ditakdirkan untuk mati secara tragis di kamar kecil! Peristiwa ini akan menjadi awal dari tantangan pertama sang tokoh utama di akademi kemampuan. Su Bei: ... Satu-satunya kabar baik adalah bab manga ini belum diterbitkan. Dia dapat mengubah jalan cerita dan menyelamatkan dirinya dari nasib buruk melalui tindakannya. Seperti diketahui semua orang, berteman dengan tokoh utama tidak menjamin terhindar dari kematian yang ditimbulkan oleh alur cerita, tetapi menjadi musuh tokoh utama sudah pasti akan mengakibatkan kekalahan di tangan tokoh utama. Di bawah terik matahari, bocah berambut emas itu tersenyum sembarangan, namun ada sedikit kesungguhan di mata ungunya. "Menyambutmu atas nama takdir, orang yang paling tidak beruntung dari yang paling tidak beruntung di generasi ini~"

More details
WpActionLinkContent Guidelines