The Alchemist's Palette

The Alchemist's Palette

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 22, 2024
Helix Bailey, seorang siswi tahun ke-12 di City of London Academy Islington, menikmati waktunya di perpustakaan menulis resensi buku. Kehidupannya berubah saat Laksana, siswa pertukaran dari Indonesia yang bercita-cita menjadi astronot, muncul. Melalui canda dan tawa, persahabatan mereka berkembang menjadi cinta. Helix, yang ingin menjadi pelukis sekaligus penulis, terinspirasi oleh mimpi besar Laksana. Ketika Laksana harus kembali ke negaranya, mereka harus menguji cinta mereka yang dipisahkan oleh jarak. "The Alchemist's Palette" adalah kisah tentang harapan, mimpi, dan cinta di setiap palet dalam lukisan.
All Rights Reserved
#703
impian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Between Love And Ideals (TELAH TERBIT)
  • ALSYA DARI TITIK BALIK
  • VALMORA
  • Cayzo: Resonansi Rahasia
  • Wild Guy [completed]✓
  • ANGKASA
  • GALAKSI BIMASAKTI

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines