RomanSagara

RomanSagara

  • WpView
    Reads 345
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 14, 2024
"Sakit yahh, ampunn" "Reza ga salah yah" Ucap reza sambil meringis kesakitan. Tetapi bukan Irfan namanya kalau ga kerasa kepala, dia selalu menyalahkan reza padahal reza sendiri ga melakukan kesalahan itu. "A-ayah maaf, reza minta maaf yah, sakitt yah, sakit" Lirih reza yang terduduk dan menahan rasa sakit nya. "Berdiri" Ucap ayahnya, tapi reza ga bisa menahan tubuh nya sendiri. "Berdiri, BERDIRI REZA PUTRA NARESWA" namun reza tetap ga menjawab/merespon ucapan dari ayah nya. Karna emosi Irfan sudah memuncak alhasil ia menarik tangan reza dan mendirikan sendiri anak nya tersebut. Namun reza tiba tiba terjatuh tak sadarkan diri ke arah nya, dengan luka yang dibilang cukup parah karna ulahnya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Andai Kau Tau
  • Three Hearts, One Love | NORENMIN
  • Four twins story || 00L Nct dream
  • Kemana Arah Pulang?
  • sweet dream ✅
  • Aku Ingin Bercerita
  • Leave [END]
  • Divorce (jaeren)
  • Terbit Untuk Terbenam

"Ini uang untukmu, uang ini ku anggap adalah biaya aborsi janin itu dan ku katakan, bayi itu sudah tidak ada dalam perutmu sejak kamu menerima uang ini. "Ucap Rani tegas dan menyodorkan uang sejumlah 50 juta pada tangan Rere. Rere tak langsung menerima, membuat Rani menahan geram dan menebak. Pasti Rere... berubah pikiran dan ingin.... "Baik, saya terima uang ini, dan anak Neja sudah tiada. Bayi ini adalah milik saya sendiri... dan saya tambahkan, agar anda semua merasa aman. Buat saja perjanjian di atas materei, ini adalah bentuk, kalau saya tidak akan macam-macam apalagi ingkar pada janji dan sumpah saya, saya tidak akan menampakkan wajah lagi di depan anda semua dan terakhir, semoga anda semua tidak pernah menyesal dan mengusik saya terutama anak saya di masa depan!" Tak ada yang perlu di mohoni atau tangisi penolakan orang-orang terutama ayah janin dalam perutnya, orang-orang itu tidak suka padanya dan anaknya, maka dia akan lebih-lebih tidak suka pada orang-orang itu. Itu prinsip hidup Rere!

More details
WpActionLinkContent Guidelines