HIGANBANA (Menjemput Kematian)

HIGANBANA (Menjemput Kematian)

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 15, 2024
Jika keluarga adalah tempat dari sumber kebahagiaan, maka berbeda dengan yang dirasakan oleh Renjana. Mengingatnya saja sudah seperti mengoyak kembali luka yang sudah sembuh. Membayangkannya, membuat dendam dan kepedihan akan kejadian kelam itu terulang kembali dan semakin bersemayam dalam ingatannya. Kepedihan itu telah mengubah cerita hidupnya. Kini, ia bertahan hidup hanya untuk kakak dan adiknya. Dan untuk prinsip serta sebuah dendam kesumat didalam hatinya. "Aku tidak akan mati, sebelum luka kejadian itu belum dapat aku balaskan pada mereka." - Rosella Renjana Octaviani -
All Rights Reserved
#13
livia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Jernih yang Menghitam
  • RENJANA DERANA [END]
  • Goodbye
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Bawa Aku Pulang
  • She(r)

"Kini aku telah berhasil kembali berada dihadapan tunanganku, tunangan yang dulu sangat aku cintai dan kuharapkan dapat menjadi tempat bersandar bagiku... Namun kini sudah tidak ada cinta lagi didalam hatiku untuknya, aku tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi padaku??? Dan apakah dia juga dapat merasakan hal yang kini telah kurasakan padanya??? Yang kini kurasakan hatiku kqini telah menghitam dan membeku, seolah tidak ada lagi yang dapat menembusnya dan kembali mengisinya dengan sebuah kehangatan cinta, yang telah dimulai dari sejak saat itu... Saat kejadian tragis dan kejam yang telah terjadi padaku di malam yang hujan itu...", Ucap Hyacintha dalam hati, sambil mulai berdansa berdua dengan Eric.

More details
WpActionLinkContent Guidelines