Jika keluarga adalah tempat dari sumber kebahagiaan, maka berbeda dengan yang dirasakan oleh Renjana. Mengingatnya saja sudah seperti mengoyak kembali luka yang sudah sembuh. Membayangkannya, membuat dendam dan kepedihan akan kejadian kelam itu terulang kembali dan semakin bersemayam dalam ingatannya. Kepedihan itu telah mengubah cerita hidupnya. Kini, ia bertahan hidup hanya untuk kakak dan adiknya. Dan untuk prinsip serta sebuah dendam kesumat didalam hatinya. "Aku tidak akan mati, sebelum luka kejadian itu belum dapat aku balaskan pada mereka." - Rosella Renjana Octaviani -All Rights Reserved
1 part