The Perfect In The End?

The Perfect In The End?

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 19, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Fumiko Fhrey Hera "hidup ga semuanya tentang uang Ka Nullov" Nullovian Derry Taksa "hidup memang ga segalanya tentang uang, tapi segalanya butuh uang" Keduanya memang sama-sama dilahirkan dari keluarga yang terpandang, hidup dengan kemewahan, tapi Tuhan mereka yang berbeda. Entah alasan apa yang membuat mereka mungkin bisa bersama atau mungkin berakhir dengan kisah masing-masing. • • • • • • • • • • • • huyy guyssss nikmati yaw cerita ku btw ini pertama kalinya aku buat cerita jadi mungkin banyak kata yang kurang nyambung, tapi aku akan selalu perbaiki setiap aku up, jadi tolong supportnya ya.
All Rights Reserved
#7
likalikuhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petrichor
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • DANADYAKSA
  • Something Bitter
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Dua Puluh Menit [END]
  • [ End ] F For Family (Season 2)
  • No Longer Mate
Petrichor

Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines