Ning Ifa selalu ngerasa hidupnya udah penuh aturan. jadi putri kyai itu berarti harus jaim, anggun, dan selalu bener. sayangnya... Ifa justru punya hobi aneh: balapan liar, naik gunung, dan bikin orang rumah geleng-geleng kepala.
semuanya masih bisa dia akalin, sampai hadir Wildan, sopir baru yang kalemnya nyebelin, misterius, dan entah kenapa selalu muncul di saat paling nggak penting sekaligus paling bikin deg-degan.
yang mestinya cuma sebatas kisah antara tuan rumah dan orang kepercayaan ayahnya, malah berubah jadi perjalanan absurd penuh tawa, rahasia, dan perasaan yang nggak bisa dijelasin.
roda takdir terus muter, dan Ifa mulai sadar: nggak semua hal bisa dia kendalikan.
kalau takdir main-main, siap nggak kamu ikut permainannya?
Di Pondok Pesantren Al-Barokah, Gus Albara tumbuh sebagai sosok berwibawa, pewaris pesantren yang dihormati. Di sisi lain, Ning Syifa, santri cerdas dan berhati lembut, selalu menundukkan diri dalam keikhlasan dan doa. Takdir mempertemukan mereka dalam ikatan yang lebih dari sekadar perasaan-cinta yang terjalin erat dengan restu dan keberkahan. Namun, jalan menuju kebersamaan tak selalu mudah. Di antara amanah keluarga, harapan para santri, dan ujian hati, akankah cinta mereka menemukan jalannya?
Ketika doa menjadi bahasa hati, akankah restu semesta mengiringi langkah mereka?