3A PROBLEM'S [TERBIT]

3A PROBLEM'S [TERBIT]

  • WpView
    مقروء 7,534
  • WpVote
    صوت 3,853
  • WpPart
    فصول 40
WpMetadataReadمكتمِلة خميس, أكتـ ٣, ٢٠٢٤
Ketika Jiwa dan Raga Yang Hampir Mati, Dipaksa Untuk Kembali Hidup. Kisah seorang gadis yang terkenal dengan paras wajahnya yang cantik, serta mempunyai bola mata yang sangat amat indah bagaikan bulan dikelilingi oleh kerlipan ribuan bintang. Hidupnya nyaris sempurna dari kalangan seluruh manusia dibumi. Memiliki keluarga harmonis, kakak yang sangat pengertian, dan sahabat yang selalu ingin berjuang demi kebahagiaannya. Waktu terus berjalan, dan tidak sengaja memberikannya ruang kehampaan. Dirinya hancur berantakan setelah satu persatu masalah yang mulai mendatanginya. Setiap harinya, ia terus merasakan kesakitan dan keperihan yang menyayat lukanya. Namun ternyata bukan hanya dirinya sendiri yang hancur. Dua lelaki yang selalu berusaha menjaga dan membahagiakannya juga sama berantakannya, sampai akhirnya membuat mereka bersatu untuk sama-sama berjuang. Mereka terus bertanya-tanya, kenapa harus mereka yang menanggung beban kepedihan itu?. Kenapa harus mereka yang berjuang bersamaan untuk melewati takdir yang sudah diberikan?. Dan terlepas dari itu semua, apakah mereka akan memilih untuk tetap melanjutkan hidup?. Mereka masih mencari jawaban atas semua kekejian yang datang, kebingungan untuk menentukan mana yang nyata, dan mana yang tidak.
جميع الحقوق محفوظة
#316
trending
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Mengeja sepi
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • Cita-Cita Terhalang Luka,Larentya
  • Naura & Lukanya
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • LUKA
  • Lingkaran Takdir
  • Aluka (Proses Penerbitan)

Tentang sebuah perjuangan yang tidak pernah dihargai, tentang sebuah cinta tulus yang tak berbalas, tentang sebuah janji dan tentang kita. "Hei, sekarang aku sendiri. Lebih tepatnya aku merasa sepi dan hampa. Banyak orang-orang disekitarku. Namun, apa yang bisa aku lakukan dikala hatiku ini telah patah. Apakah aku harus menyendiri? Apakah aku harus tetap tersenyum? Atau aku harus menerima semua ini, tidak menghiraukan? Hah... Andai semua ini bisa dipercepat. Aku ingin pergi menjauh dari sini. Hidup bahagia tanpa rasa sakit di dada" - Dhianada Alya Afrilia-

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى