CAHAYA TAK TERKEKANG

CAHAYA TAK TERKEKANG

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 16, 2024
Di sebuah desa kecil yang sarat dengan tradisi dan norma-norma kuno, Minah tumbuh sebagai seorang wanita dengan mimpi besar yang melampaui batasan-batasan yang dikenakan padanya. Berjuang melawan pandangan sempit dan ekspektasi yang membelenggu, Minah menolak untuk hanya berperan sebagai pelayan dalam rumah tangga. Dalam perjalanan hidupnya, Minah tidak hanya menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri, tetapi juga menginspirasi wanita-wanita di sekitarnya untuk berdiri tegak dan mengejar impian mereka. Dengan tekad yang tak tergoyahkan, Minah membuktikan bahwa wanita memiliki potensi yang tak terbatas dan mampu membawa perubahan signifikan dalam masyarakat. Namun, perjuangan Minah bukan tanpa tantangan. Rahasia kelam yang terungkap dari masa lalu mengancam untuk menggoyahkan keyakinannya dan meruntuhkan segala yang telah ia bangun. Mampukah Minah menghadapi kegelapan yang datang dari dalam dan terus bersinar sebagai cahaya di tengah gelap? Sebenernya cerita ini aku buat hasil dari kembangan dari monolog yang pernah buat, yang isinya mengenai feminisme... tapi bukan ingin menjadikan cerita ini sebagai bentuk perlawanan atau meninggikan kami sebagai kaum wanita bisa lebih dari pria!! Hanya ingin memberi semangat untuk para wanita bahwa sebenarnya tidak ada batasan dalam menjalani hidup:) Happy for reading...
All Rights Reserved
#77
feminisme
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelamkari
  • Sekali Lagi
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA
  • DESA PUNYA CERITA
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • senja diberanda kayu
  • Baed Alzawaj ( Setelah menikah )
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
Kelamkari

Bagi Laith, menghadapi pikiran kelewat normal ayah dan kakaknya saja sulitnya sudah setengah mati. Belum lagi tingkah dan kekritisan berpikir keponakan tercinta yang baginya lebih cerdas dibanding anak seumuran. Ini, hidupnya dibuat semakin kalang kabut karena sang pujaan hati dilecehkan dosen mereka sendiri. Jika tak melelahkan, Laith mungkin tak akan henti mengeluarkan sumpah serapahnya. Syukurnya, Tuhan sayang Laith. Bertemu perempuan antah-berantah yang takut mati hanya karena di akhirat tak ada wifi--katanya--membuat lelaki itu tak jadi menjatuhkan diri dari atas jembatan. Tidak! Hidupnya tak sungguh baik, justru ... semakin rumit. Harap maklum, ini bukan cerita ringan yang bisa kaubaca untuk melepas penat. Tuhan masih akan menjadi poros utama cerita ini ada dan berputar-putar di sana. Lewat sudut pandang, kemurnian sosok anak kecil, temu, duka, juga ... cinta. Kelamkari; cita yang berwarna. ________________ Kumohon, kosongkan kefanatikan sebelum membaca cerita ini. Karena wadah yang penuh, tak akan dapat menampung apa-apa yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines