the killers of marvello

the killers of marvello

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 28, 2025
warning! cerita ini hanya karangan dari penulis seorang lelaki dengan tubuh tegap dan memiliki 2 orang anak perempuan. hari kelahiran marvello menjadi kacau di karenakan perjanjian yang tidak di sangka. sejak dia lahir semua privasi atau hak yang seharusnya miliknya namun ternyata. musuh dari marvello memiliki tanggal lahir dan tahun yang sama, namun berdasarkan undang-undang kota mereka yang ada sangkut paut tentang pembunuhan di larang untuk memiliki tanggal lahir yang sama kecuali dia lahir dengan tahun yang berbeda. [𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙪 𝙨𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙞] ucap seorang marvello [𝙋𝙞𝙨𝙖𝙪 𝙞𝙣𝙞 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙩𝙪𝙗𝙪𝙝 𝙢𝙪, 𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖 𝙢𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙖 𝙨𝙞𝙖 ] suara radio (akan ada banyak kejutan di cerita ini, jadi jangan sampai kalian tidak membacanya)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Promise or Leave
  • Tanggung Jawab! - BL [ MPREG ]  [ SELESAI ]
  • Gw Hamil ?! ✔️
  • R.I.P.  (END)
  • the story of the seven brothers
  • School Alaska dirgantara Miss Luce's Office (ceo muda season 1)
  • Little family (End)

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan