Kepada Raga Yang Pernah Ada

Kepada Raga Yang Pernah Ada

  • WpView
    Reads 17,478
  • WpVote
    Votes 1,532
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 26, 2026
Tujuh bersaudara yang terdiri dari Halilintar, si sulung paling pengertian. Taufan, abang paling jahil. Gempa, si anak paling kalem. Blaze, anak tengah gampang emosian. Ice, anak paling netral. Thorn, si paling humble. Dan Solar, bungsu paling pintar. Kadangkala bertengkar, kadang juga bersuka ria bersama, itu lah dasar dari rumah mereka. Tujuh bersaudara yang saling melengkapi satu sama lain. Kata ' erat ' melekat dalam hubungan mereka.
All Rights Reserved
#509
fanfict
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar
  • The Hunt
  • My Brother's Secret
  • Shuffle Siblings ✔️
  • Let's Wreak Havoc | [ ✓ ]
  • we will always be with you: Solar
  • Saudara?
  • Trio Cool And Trio Troble Maker | End_

Keluarga itu ibarat pagar. Tidak bisa berdiri sendiri, harus saling merangkul agar lebih kuat. Perlu dipaku agar tetap kokoh, walau terdengar menyakitkan. Pagar itu kadang memang membatasi kita, tapi jangan lupakan jasanya karena pagarlah yang melindungi kita dari dunia luar. Mirip keluarga, 'kan? Di sini ada Halilintar, tiang pertama yang menjadi kepala keluarga karena keadaan. Tidak mungkin berdiri tanpa dukungan Taufan yang mengambil peran 'kakak' untuk adik-adiknya. Gempa dulu yang paling dekat dengan Umma, kini mencoba meniru sosok lembut penuh kasih sayang milik Umma. Lantas, bagaimana dengan 4 yang lain? Blaze selalu berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk membanggakan keluarganya. Ais memang terlihat pendiam, tapi bukan berarti dia sepenuhnya abai. Duri memang masih menyimpan trauma, tapi dia tetap selalu berusaha hadir untuk semua saudaranya. Sedangkan Solar, sebagai anak paling bungsu dia selalu mencoba untuk bersikap dewasa. Meski kadang gagal. Ini adalah kisah keseharian para tiang pagar yang berusaha melindungi rumah mereka. Bukan cerita angst atau sedih, ini slice of life. Lebih banyak lawak daripada nangisnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines