10 parts Ongoing seseorang anak dengan umur masih 18 tahun yang sudah memasuki kelas 12 SMA tingkat akhir yang selalu di kucilkan dan di jauhi hanya karena besar di panti asuhan dengan lebel yatim piatu nya. sisi diam nya semakin membuat tidak ada yang mau berdekatan karena mereka mengecap bahwa dia adalah manusia aneh, tapi walaupun begitu dia tidak pernah merasa tertekan karena memang kenyataannya dia tau diri untuk tidak berusaha mendekat dengan orang lain yang jauh berbeda dengannya.
kehidupan selalu memandang remeh kearahnya tapi berkat kepintaran dia bisa bersekolah di SMA negeri 1 dharma sekolah elite dengan murid kaya raya. dia berkerja di salah satu minimarket untuk menghasilkan duit karena di Panti pun dia yang paling besar jadi harus membantu ibu panti dalam mencari nafkah,
rupa yang menawan tidak meninggikan kualitas jika kehidupannya jauh lebih buruk dari kebanyakan orang-orang, pembuli selalu mengatakan padanya jika kehidupan dia adalah definisi kehidupan paling buruk yang pernah ada karena terlahir menjadi yatim piatu dan besar di rumah panti.
tapi walaupun begitu tidak sekalipun dia menangis di depan orang-orang yang membuli nya karena jika dia menangis itu tandanya dia mengakui kalah karena lemah dalam perundungan di sekolah.