OBSESI MAX - Hanya Milikku

OBSESI MAX - Hanya Milikku

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 12, 2025
Dark Romance 18+ TAHAN EMOSI KALAU LAGI BACA!!! "Lo lupa siapa yang ninggalin gue lebih dulu? Lo Max, jadi jangan salahin gue kalau sekarang cinta gue udah pindah ke lain hati." Ucap Grace menatap sengit pada pria yang kini menarik tangannya. Max, pria dengan sejuta obsesi datang hanya untuk mantan kekasih yang bahkan belum pernah ia putuskan. "Tapi mau bagaimanapun, aku masih mencintaimu. Aku tak akan mau melepaskanmu karena kita belum pernah putus, jadi sekarang putuslah dari kekasihmu itu Grace." Ucap Max. Grace melotot penuh emosi, ia akan berucap mendebat Max tapi lebih dulu bibirnya dibungkam oleh ciuman Max. Plak! "Anj*ng lo!" Umpat Grace usai menampar pipi mulus milik Max.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mine, No Exit (END)
  • No Escape from Me
  • Baskara
  • Stalker
  • MARKO [On Going]
  • Sang Tunangan Matheo (End)
  • My Favorite Chef
  • Terjerat obsesi Yandere

Follow sebelum baca, yaaa! Jangan lupa vote dan komen. Selamat membaca ❤️ ___ Naya selalu punya kendali penuh dalam hidupnya--hingga Rayhan datang dan menghancurkan semua batasan yang pernah ia bangun. Sejak pria itu muncul dengan tatapan gelap penuh obsesi di ruang rapat perusahaan, dunianya jungkir-balik. Rayhan, CEO muda dengan reputasi dingin dan kejam di dunia bisnis, tanpa ampun menyeret Naya ke dalam perangkap cintanya yang obsesif dan posesif. Awalnya, Naya yakin bisa melawan. Tapi setiap kali ia mencoba kabur, Rayhan selalu berhasil menariknya kembali--makin dekat, makin erat, makin dalam. Di antara deretan gedung pencakar langit Jakarta yang sibuk dan penuh intrik bisnis, mereka terjebak dalam hubungan yang dipenuhi kebencian, keinginan, cinta, dan obsesi yang tak berujung. "Aku tidak pernah waras kalau soal kamu, Naya. Kalau kamu berpikir ada jalan keluar, kamu salah. Kamu milikku--tanpa pintu keluar." Di antara logika dan perasaan, batas antara cinta dan obsesi pun semakin kabur. Kini Naya tahu, tak peduli sejauh apapun ia berlari, ia tak akan pernah bisa pergi--karena hatinya sudah lama memilih untuk menetap dalam pelukan Rayhan. Selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines