Story cover for Hiraeth by Onyourg__sell
Hiraeth
  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jun 17, 2024
"Darimana saja kamu?  ini sudah malam. Mau jadi jalang kamu? IYA!!?" Suara bentakan itu terdengar di telinga Zoya. para Abang nya hanya menatap nya jijik,tanpa berniat menenangkan ayahnya.

"Saya baru pulang les ." jawabnya datar.

"HALAH ALESAN." bentak ayahnya lagi. mau sekuat apapun ia membela dirinya, semua orang tetap tidak akan percaya padanya. padahal,semua yang dikatakannya itu sesuai kenyataan.

"Kalau anda tidak percaya juga, saya tidak perduli. Permisi." Ucapnya meninggalkan semua orang yang menatapnya tajam di ruang tamu.

apakah dia bisa bertahan dengan sifat keluarganya? 
Ia harus bertahan. Itulah janjinya pada Tuhan.
Ia hanya menunggu saatnya untuk dipanggil oleh-Nya.

Sad or Happy End?
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Hiraeth a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#96hiraeth
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Zenna Story de Senaaraini
37 partes Continúa
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Stres In Life cover
Zenna Story cover
Struggle cover
I'm promise with you cover
ZOYA (Sujud Terakhir) [End] cover
Breathe cover
Forever Alone (Sudah Terbit)  cover
Amour (COMPLETE) cover
Aku dan Luka [Sudah Terbit]  cover

Stres In Life

54 partes Concluida

Kita sebatas mengejar bahagia dengan cara sama-sama terluka. ( Warning ⚠ violence, profanity, gay and sexuality 18+) --- "Lama-lama, saya bunuh kamu!" "Arrgghhh." --- "Kalau gue cemburu, namanya gue sayang. Lo mau gue sayang?" --- "Lo mau kemana? Biar gue anter pulang, bahaya banget lo jalan kayak orang nggak punya tujuan." "Tujuan gue mati!" --- "Gue capek, Lan. Semesta sejahat ini sama gue. Semenyakitkan ini gue hidup." "Gue-di lahirkan hanya untuk menikmati luka." --- "Tania, lo itu cewek menjijikan!" --- "Ma ... Terima kasih sudah membuat Tania sehancur sekarang." --- "Tania ... Gue sayang sama lo, perasaan gue nggak akan pernah bisa hilang." "Kita hanya sebatas teman dan gak boleh ada ikatan." "Karena hati lo ada di orang lain. Ini cukup menyakitkan dan gue nggak bisa memaksa keinginan." --- "Jujur, Ka. Gue cemburu." "Ngapain cemburu?" "Gila lo ya. Gue punya hati, lo gak mikir?" "Tapi kita cuma temen." "Lo pikir, semua berawal dari sodara terus jadi pacar? Mikir tolol! Semua berawal dari temen!" "Jangan berlebihan." "Lo, pilih gue atau dia?" "Jelas kamu. Tapi aku nggak bisa jauhin dia. Terlalu sulit." "Setan lo!" --- "Tugas aku belum selesai, bahkan masih panjang. Aku mau liat kamu terus bahagia, nyatanya gak bisa." "Bisa! Kita bahagia sama-sama ya?" --- -Kesalahan terbesarmu, adalah meninggalkanku- Note : (Saya tidak bertanggung jawab jika terjadi kebengkakkan akibat air mata.)