Hiraeth
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Darimana saja kamu? ini sudah malam. Mau jadi jalang kamu? IYA!!?" Suara bentakan itu terdengar di telinga Zoya. para Abang nya hanya menatap nya jijik,tanpa berniat menenangkan ayahnya. "Saya baru pulang les ." jawabnya datar. "HALAH ALESAN." bentak ayahnya lagi. mau sekuat apapun ia membela dirinya, semua orang tetap tidak akan percaya padanya. padahal,semua yang dikatakannya itu sesuai kenyataan. "Kalau anda tidak percaya juga, saya tidak perduli. Permisi." Ucapnya meninggalkan semua orang yang menatapnya tajam di ruang tamu. apakah dia bisa bertahan dengan sifat keluarganya? Ia harus bertahan. Itulah janjinya pada Tuhan. Ia hanya menunggu saatnya untuk dipanggil oleh-Nya. Sad or Happy End?
All Rights Reserved
#112
hiraeth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Struggle
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Zenna Story
  • Paradise
  • ALZEA
  • I'm promise with you
  • Stres In Life
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines