Fatamorgana

Fatamorgana

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2025
"Hei bangunlah perpustakaan ini sebentar lagi tutup," Diera terbangun dengan wajah linglung, yaampun dia tertidur di meja perpustakaan umum. Cepat-cepat Diera merapikan tumpukan buku-bukunya. Setelah selesai ia segera beranjak untuk pergi namun tangannya di cekal pemuda tadi yang membangunkannya. "Kalo boleh tau siapa namamu?" ---------------------------------------- "Tidak ap-apa kamu aman di sana pergilah Diera. Lupakan aku," ucap pemuda itu dengan nada sedih. Diera yang tadi menunduk langsung mengangkat kepalanya. "Kau gila? Bagaimana caranya aku bahagia bila tanpamu dieimu Harsa !?!" "Tidak apa-apa Diera sembuhla lalu bersenang-senaglah dengan keluarga, teman dan nikmatilah kebersamaan itu" ujar Harsa dengan senyum tulus. "Tidak Tidak itu tidak akan terjadi, biarlah aku mengidap penyakit ini asalkan bisa terus bersamamu Harsa." _______________ "Diera, nanti kalau kamu udah bisa lupain aku, aku minta tolong rasakan kebersamaan keluarga dan teman ya. Cari teman yang benar-benar teman agar kamu tidak kesepian"
All Rights Reserved
#218
mencintaimu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • KIARA [END]
  • Love Affair : My Destiny
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • dimana janji tersebut
  • Deberìa Redirme? (End)
  • BABAK TERAKHIR
  • Our Emergency Calls
  • CENGKRAMAN DIRGA'S

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines