We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Haunting Echoes

Haunting Echoes

  • WpView
    Reads 4,584
  • WpVote
    Votes 582
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
WpInfo
Fanfic
Blackpink
Di era teknologi yang semakin maju, penggunaan virtual reality (VR) merambah ke berbagai sektor hiburan, termasuk dunia perfilman. Teknologi holografik terbaru memungkinkan penonton untuk ikut serta dan berperan dalam film yang ditayangkan di bioskop. Penonton dapat mengambil peran sebagai figuran yang berinteraksi dengan pemeran utama, memberikan pengalaman mendekatkan diri dengan selebriti idola mereka. Konsep ini telah membuat banyak penggemar film memekik kegirangan, merasakan sensasi berada dalam dunia film favorit mereka. Namun, tidak semua genre film mendapat sambutan hangat. Film horor, misalnya, sepi peminat karena tidak banyak orang yang tertarik untuk merasakan sensasi dihantui atau menjadi korban dalam skenario mengerikan. Ketakutan akan kematian tragis dan penggunaan untuk momen lompatan ketakutan bagi pemeran utama membuat banyak penonton menghindari genre ini. Akibatnya, produksi film horor menjadi lebih sedikit. Di tengah-tengah antusiasme banyak penggemar yang ingin merasakan dunia baru melalui VR, Elisa Collins, seorang mahasiswa arsitektur tahun kedua, merupakan seorang yang terbiasa melihat mahkluk-makhluk tak kasat mata disekitarnya mecingkan matanya. "Sutradara Graham benar-benar gila. Film horor sangat tidak diminati pengguna VR, mengapa dia menggunakan VR untuk film itu," gerutu seorang penonton di sebelahnya. Elisa mengulum bibirnya mendengar komentar itu, matanya terpaku pada poster film horor baru yang menarik perhatiannya. Terinspirasi dari BL novel "To Be a Heartthrob in Horror Movie".
All Rights Reserved
#50
jeonwonwoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Top dan Paman Kecilnya yang Super Kuat [Reality Show Anak]
  • Euphoria
  • Cold Man? -JKLM.
  • Aku Syuting Live Action Anime Dan Manga!

[Novel Terjemahan Tiongkok] Penulis: Yu Juan Juan Shen Mengzhi terlahir kembali ke dalam sebuah novel dunia hiburan dan menjadi karakter pendukung wanita yang hanya sebatas figuran. Demi mendapatkan warisan, ia membawa pulang pamannya yang masih berusia lima tahun dan bahkan mengajaknya bergabung dalam reality show anak yang sedang viral-Baby dan Orang Tua Supernya. Awalnya, ia berusaha memperbaiki reputasinya dengan membeli banyak trending topic. Namun, karena sifatnya yang kompetitif dan hubungannya yang tidak harmonis dengan sang bocah, ia justru menjadi target kebencian netizen hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Melihat jumlah warisan yang akan ia dapatkan, Shen Mengzhi pun memutuskan untuk menjadi ikan asin-bersikap santai dan tidak peduli. --- Saat pertama kali bereinkarnasi, kru produksi sudah berada di rumahnya untuk mengambil gambar individu. Tim Produksi: "Apakah ada sesuatu yang ingin Anda katakan kepada si kecil sebelum syuting dimulai?" Shen Mengzhi: "Sebagai seorang dewasa yang derajatnya lebih rendah, aku tidak punya hak untuk mendidik pamanku. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin." Sebelum syuting dimulai, netizen pun langsung mengecamnya: [Kenapa ada Shen Mengzhi lagi? Kalau dia ada, aku gak bakal nonton!] [Bagaimana dia bisa mengatakan dengan percaya diri bahwa dia tidak akan mengurus anak ini?] Namun setelah syuting dimulai, netizen justru menangis iri. Di keluarga lain: Orang tua bangun lebih dulu, menyiapkan sarapan, membangunkan anak, mengajak bermain, dan menciptakan suasana penuh kehangatan. Di keluarga Shen Mengzhi: Bocahnya yang bangun lebih dulu, membaca puisi, berlatih pedang, menyiapkan sarapan, lalu duduk tenang di meja menunggu. Kameramen: "Kenapa kamu tidak membangunkannya untuk makan?" Si Kecil: "Ssst! Jangan berisik, jangan sampai membangunkan keponakanku. Orang dewasa bilang, gadis yang tidak cukup tidur itu tidak baik untuk kesehatannya!" Kameramen: "...... Salahku." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines