Kisah Sang Gigolo

Kisah Sang Gigolo

  • WpView
    Reads 4,344
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 14, 2025
Cerita tentang Fahmi gigolo 23 tahun. Bagaimana ceritanya? Akankan Fahmi terus melakukan pekerjaan nya untuk bertahan hidup? Atau justru berhenti dan jatuh cinta dan menemukan cinta sejatinya. 18+ Yang Homopobic skip dan menjauh aja ya. Diusahakan update 1 kali seminggu Hai, selamat menikmati bacaannya ya. Ini tulisan pertama yang Author post dan semoga bisa diterima ya. Cerita murni dari pemikiran dan imajinasi liar Author ya, kesamaan karakter, cerita dan lain-lain itu kebetulan. Karena ini tulisan pertama jadi mungkin ada beberapa kesalahan dan kekeliruan. Author akan senang menerima kritik dan saran agar cerita ini bisa maju dan berkembang jadi lebih baik. Dukung terus dan jangan lupa "FOLLOW". Author " XYZEN" Pic Sampul : Pinterest "kimtaeri05"
All Rights Reserved
#52
gigolo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • you and me (Boboiboy x fang)
  • Musim Kedua
  • Lubang Idaman Season 3 ✔️
  • [✅]NEEDED TIME {Yizhan}
  • Menetap Diantara Cinta Mereka [Season 1]
  • Birahi Bintang [SELESAI]
  • Love Story
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines