Dreams in My Sleep (END?)

Dreams in My Sleep (END?)

  • WpView
    Lecturas 321
  • WpVote
    Votos 59
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadConcluida mié, nov 27, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
(Budayakan follow dan vote. Kalau mau kasih komen, boleh) Semua orang pasti pernah dan selalu bermimpi, begitu pun denganku. Tapi aku hanya akan bermimpi ketika sedang sakit, sedih atau merasa kesepian. Mimpi-mimpi yang tidak masuk akal dan terasa nyata seakan aku masuk ke dunia dimensi lain. Namaku? Rahasia. Di dalam mimpi, nama ku selalu berubah-ubah. Kalau bisa...aku ingin tetap berada dalam mimpi tidur yang indah dan tidak terbangun kembali. Aku membenci kehidupan dunia nyataku. ••• Hanya cerita-cerita berasal dari kegabutan gue dan ide yang banyak menumpuk di otak. Yah sebenernya mimpi dalam cerita ini, gue alamin sendiri. Emang aneh dah mimpi-mimpi gue. So, selamat membaca. Jangan lupa follow gue dan vomentnya ya ^^ *Cover: pinterest
Todos los derechos reservados
#12
sleep
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • IVL - (Invisible » In Vibes Love)「✓」
  • Oneshoot [TaekookGs]
  • PARK JIMIN [End]
  • Sensei !!!    I Love You !   ||| K.V |||
  • Fake Love [VMINKOOK] END
  • In A dream (End)
  • Mimpi Yang Terwujud | Nct Dream
  • Jurnal Mimpi (Nothing's Special About It)
  • Hot Daddy

[Selesai] Hari itu semenjak aku datang ke sana, setiap malam aku selalu bermimpi tentang seorang pria. Tampan dan gagah. Aku suka senyumnya. Dia selalu datang ke mimpi ku dan mengucapkan kata-kata romantis ke pada diriku. Kupikir aku sudah gila, karena aku sungguhan jatuh cinta pada pria itu. Orang-orang bilang dia tak nyata! Tapi aku tak peduli. Dia memang tak nyata, tapi perasaannya nyata! Semenjak hari itu aku dikira orang gila. Aku juga sempat berfikir bahwa aku sendiri gila. Aku tak peduli! Hanya ada satu orang yang menganggapku tak gila, dia adalah ibuku. Selalu aku ceritakan mimpiku padanya. Dan dia hanya tersenyum pahit. Selalu seperti itu. Sampai pada suatu hari bibiku datang menceritakan sebuah cerita padaku. Dan semenjak hari itu aku hanya menangis. Dan kurasa semenjak hari itu aku gila sungguhan. WARNING: Gay/homo/bxb/lgbt Kookv/kooktae Rate T

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido