Untitled; Di Ujung Harap

Untitled; Di Ujung Harap

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 17, 2024
26 Tahun Ayyara sudah menjalani kehidupan ini, banyak hal yang ia rasa datang di waktu yang sangat cepat dan kadang lambat. Banyak juga orang-orang yang datang dan pergi di kehidupannya, serta siang dan malam silih berganti. Namun hal yang selalu ia pertanyakan bagaimana dan sampai kapan kehidupan ini membawanya. Ayyara rasa beberapa hal belakangan ini juga tidak berpihak padanya dan membuatnya kecewa, apakah memang begitu cara kerja kehidupan ini? Pertanyaan-pertanyaan di dalam pikirannya kerap sekali membuatnya kehilangan kendali untuk menjalani hari-harinya. Apakah ia tidak boleh berharap pada hal-hal yang tak pasti agar ia tidak mendapatkan kecewa di tengah perjalannya? Adakah harapan-harapan itu untuk Ayyara? Apakah dunia sebaik itu membiarkan Ayyara mengerti maksud dari kehidupannya?
All Rights Reserved
#644
perjalanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • I'm okay (END)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Let Me Love You Longer
  • SHANA (SELESAI)
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • BITTERSWEET ✔️ | END

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines