I realized I was wrong

I realized I was wrong

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 25, 2024
Aku tahu aku salah, namun aku percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam menentukan takdir setiap hamba-Nya. Apapun yang aku alami kini telah kuterima sebagai takdirku. Jika memang benar karma itu ada, maka kupersilakan dia datang dan menghukumku. ~ Anandhini Usra
All Rights Reserved
#657
paranormal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • Imam Pilihan Allah [PROSES PENERBITAN]
  • Qadarullah
  • Permata Yang Tersembunyi✅[ Belum Revisi ]
  • PARK SUNGJIN - FATE
  • I LOVE YOU PAK!! (Cerita Komplit)
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • Mujahidah
  • [END] Blind Rainbow
  • Kau (bukan) Untukku [✔]

Aku takkan menyalahkan takdir bila memang harus berpisah, Aku hanya membenci hari hari setelahnya. Berharap menemukan senyuman itu di ladang yang tandus, kering dan sunyi. Seperti itulah gambaran perasaan seorang ayah, Disaat hakim memutuskan untuk mensetujui perceraian. KARMA! Jika memang karma,aku baru saja memulai kisah. Bukankah tuhan membenci sebuah perceraian? Lalu apa ini sebuah takdir untukku? Optimisku masih positif, mungkin ini jalan yang terbaik untuk kata berpisah. Rasa optimisku menuntunku untuk bertemu pilihan tuhan, dengan hadirnya dia yang mampu mengubur masalaluku tapi tidak untuk menemani hari tuaku. Benci tanpa kata iklas, sudah merasuk dalam hati. Mengambil alih susunan memori kenangan agar tak terlintas dalam benak. ~Seseorang tidak Terlahir untuk Jadi Pemimpin Namun Keadaan yang Memilihnya~ ~Ketika Cinta Menjadi Nyata,Dia akan Menemukan Jalannya Sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines