16 parts Ongoing Kirana selalu percaya bahwa impiannya bisa ia bangun dengan kedua tangannya sendiri. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi perancang busana dan berusaha merintis usahanya di ibu kota. Kirana selalu mendapat dukungan penuh dari keluarganya untuk mengejar impian sebagai perancang busana. Keluarganya percaya bahwa ia akan sukses. Namun, dua tahun lalu, semua harapan itu hancur dalam sekejap. Uang yang keluarganya berikan dengan penuh kepercayaan lenyap begitu saja, tertelan investasi bodong yang membuatnya bangkrut sebelum sempat benar-benar memulai. Butiknya gagal, mimpinya runtuh, dan Kirana memilih untuk tidak kembali ke rumah sebelum ia benar-benar sukses.
Kini, Kirana bukan lagi gadis yang dikelilingi kain dan sketsa. Ia hanya seorang pegawai toko roti kecil milik Nenek Melati, seorang wanita tua yang ia selamatkan ketika hampir tenggelam di danau. Tidak ada yang tahu siapa Kirana sebenarnya, dan ia lebih memilih begitu. Tapi justru di tempat yang jauh dari kehidupannya dulu, ia bertemu dengan Jafian-pria yang tak lain adalah cucu Nenek Melati.
Namun, pertemuan mereka jauh dari kata menyenangkan.
Jafian menatapnya dengan dingin, seolah Kirana telah melakukan sesuatu yang salah dengan menyelamatkan neneknya. Sikapnya dingin, penuh jarak, seakan menolak keberadaan Kirana dalam hidupnya. Tidak ada ucapan terima kasih, tidak ada keramahan. Hanya tatapan penuh ketidakpercayaan yang membuat Kirana bertanya-tanya sebenarnya apa yang salah dengan pria ini?
Namun seiring waktu kehadiran Jafian mulai merajut ulang bagian-bagian hidupnya yang pernah hancur. Takdir mempertemukan mereka di tempat yang tak terduga, di antara loyang-loyang roti dan meja kayu tua, di bawah langit yang sering kali dihiasi hujan gerimis.
Tapi seberapa jauh ia bisa membiarkan orang lain masuk ke dalam dunianya?
Saat takdir mulai menenun ulang kisah mereka, Kirana harus bertanya pada dirinya sendiri. Siapkah ia merajut kembali hidupnya?