Break Up? || gxg

Break Up? || gxg

  • WpView
    Reads 61,404
  • WpVote
    Votes 2,710
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Bisexual
Lesbian
Coming Out and Self-Acceptance
"So, we end up here?" "Terima kasih atas waktu kamu. Meski aku tahu waktu kita telah banyak terbuang sia-sia, tapi aku senang kita pernah punya waktu bersama yang indah. Dengan kamu aku bahagia." "Lantas kenapa kita harus berakhir?" "Aku gak akan menyalahkan takdir atas apa yang telah membuat kita harus berakhir. Ini pilihan kita." "Not us, ini pilihan kamu. Aku gak pernah bilang mau berpisah dari kamu." "Jangan egois." "Siapa sebenarnya yang lebih mendefinisikan egois disini? Aku atau kamu?" Air mata telah lama turun dengan derasnya tanpa diminta. Ini jelas buka air mata kebahagiaan, rasa sakit yang timbul menyebabkan sesak yang luar biasa. Seperti butiran pasir yang perlahan akan habis bagaimana pun usaha kita untuk menggenggamnya. Perpisahan memang selalu menyakitkan, bohong jika ada yang mengatakan berpisah itu mudah. "Kelak kamu akan menyadari kenapa aku mengambil keputusan ini. Kita sudah dewasa, bersikap egois bukanlah sesuatu yang patut dilakukan. Dimana pun kita berada atau apapun yang akan kita lakukan setelah ini, kamu berhak tahu kalau aku akan selalu mendukung kamu. Aku berharap kita akan bertemu lagi kelak dengan versi diri kita yang lebih baik." [On Going] Start: 23 Agustus 2024 Finish: - !!GXG AREA!! ♡happy reading♡
All Rights Reserved
#680
girlslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • why ?? (completed)
  • Between Us || gxg (End)
  • BAPER SEASON 2 {Bucinable}
  • LOVE FOR BROTHER {END}
  • Perempuanku | I'm And My Lady (s) II
  • Crush
  • Penantian(Way Back Home)
  • Araya 2
  • Let Me In (COMPLETED)

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines