Story cover for ZOMBIE APOCALYSE by chararan9
ZOMBIE APOCALYSE
  • WpView
    LECTURAS 33
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 33
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 5
Concluida, Has publicado jun 22, 2024
Badan Kesehatan Dunia berusaha dengan keras menanggulangi permasalahan ini. Namun sebelum mereka bisa menemukan solusi, setengah lebih populasi sudah terjangkit virus tersebut. Pasukan keamanan dari setiap negara baru berhasil memusnahkan sedikit dari mereka, lantaran jumlah tenaga yang tak sepadan dengan lawan. Kerusakan di mana-mana. Kerusuhan menuntut perlindungan dari petinggi tiap-tiap negeri terjadi setiap hari. Tidak ada lagi ketenangan. Kehidupan damai hanya seperti mimpi indah yang telah usai. Banyak orang yang tak sanggup lagi dengan keadaan ini dan memilih untuk mengakhiri hidupnya. Namun tak sedikit juga yang memilih untuk tetap bertahan bagaimana pun caranya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ZOMBIE APOCALYSE a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#169survive
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
How to Survive de LNVerenne
45 partes Concluida
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️ cover
WAR ZOMBIE INDONESIA cover
LAND OF THE DEAD [REVISI] cover
Foreign Virus (LENGKAP)  cover
Two Brother Zombie in Love [SELESAI]  cover
NECROPOLIS cover
Demi Masa - [Demi Perjuangan] cover
How to Survive cover
Rescue The Dead cover
THE DEATH TARGET cover

END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️

39 partes Continúa

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.