Warning!

Warning!

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 27, 2024
Warning! Penuh bahasa kotor dan kekerasan yang mungkin bisa membuat perasaan tidak nyaman! Bayangkan, hidup kalian yang aman, damai dan tentram. Tiba-tiba dikacaukan dengan wabah virus, virus yang mengendalikan tubuh manusia untuk menyerang manusia lainnya. Virus ini mengacaukan acara 17-an di SMA Historia 1. Dimana semua siswa sedang bersenang-senang merayakan hari kemerdekaan negara tercinta, tiba-tiba salah satu siswa terinfeksi dan mulai menyerang siswa lainnya. "Surabaya gak aman. Ada kota yang aman?." "Jakarta lah. Kan ibu kota, banyak pejabat disana. Pasti banyak tentaranya juga." "Nusakambangan?" "Yang bener aja, nyari mati itu namanya, bodoh." 12 siswa yang selamat berkumpul untuk berusaha bertahan hidup dan menolong satu sama lain. Akankah mereka berhasil dan selamat sampai ke ibu kota? Apakah akan ada yang gugur dalam perang melawan mayat hidup ini? Atau mungkin...tidak ada yang selamat dari kiamat dunia ini???
All Rights Reserved
#190
ive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEW WORLD "The definition of the world has fallen"
  • Saisei Suru Saibo
  • ALL OF US ARE DEAD
  • No Time To Die
  • World Of Chaos
  • School scandal 1: Virus-J
  • viruz : lari atau mati ✓
  • Foreign Virus (LENGKAP)
  • RED CITY : ISOLATION

if you had any choices to wrap up the world to nices things, would you? indonesia sekarang lumpuh, beberapa wilayahnya mati, tak ada aktivitas sibuk yang biasa masyarakatnya lakukan. jakarta sang ibukota bahkan tak sanggup menangkis kekacauan. Mayat-mayat bergelimpangan, mayat-mayat berjalan terseok-seok, mayat-mayat menyerang, seakan sudah menjadi hal biasa. tersisa sedikit orang yang mampu berjuang kembali mempertahankan kota. pejuang muda, yang tak kenal rasa takut. bagi mereka, keadaan ini sama dengan hidup dan mati tanpa kepastian jelas. jadi, daripada berdiam diri, lebih baik memerangi sendiri dan bertahan hidup setiap harinya. -they were walking, they were groaning, they look pathetic but actually they were dead- *on edited*

More details
WpActionLinkContent Guidelines