Hundred-Day Moonlight

Hundred-Day Moonlight

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 13, 2024
"Bulan akan selalu menerangi kegelapan di bumi, meskipun bumi tak pernah mampu melihat keindahan bulan itu sendiri." *** Setelah kehilangan kekasihnya, Ardika mengalami rasa kehilangan dan penyesalan terbesar dalam hidupnya, yang membawanya ke rumah sakit jiwa. Kematian kekasihnya, Lunaria Indrayani, terbilang sangat aneh - wanita itu ditemukan di kamarnya tanpa luka di tubuh, dan mati dalam kondisi tidur. Tidak ditemukan penyakit, virus, racun, atau bakteri apapun dalam tubuhnya. Dokter menduga wanita itu meninggal akibat gagal jantung atau serangan jantung mendadak saat tidur. Tidak terima dengan kematian kekasihnya, Ardika berdoa kepada Tuhan, memohon kesempatan kedua untuk bertemu kembali dengan Luna. Secara ajaib, Ardika terbangun di masa lalu, 100 hari sebelum Luna meninggal. Kini, ia harus berusaha keras untuk mengubah takdir dan mencegah kematian kekasihnya.
All Rights Reserved
#904
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Setelah Hujan
  • ANDROMEDA (END)
  • Promise
  • Tentang Waktu (on going)
  • SEMESTA TAK MERESTUI
  • Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah.
  • The Antagonist's Second Chance
  • Poison Of Love
  • Langkah (By Auzizahirah)

Tetesan embun setelah hujan jatuh di hidung seorang wanita yang tidur bersandar pada sebuah pohon. Mata sayupnya perlahan membuka semakin lebar sesaat melihat kobaran api melahap sebuah markas. Air matanya terus berlinang saat ia hendak menerobos kobaran api. Hingga... "Raina." Suara seseorang membangunkannya dari mimpi buruknya. Wanita itu sejenak menenangkan diri dari mimpi yang mengingatkannya pada kejadian lima tahun lalu yang menewaskan papanya. Raina Sasrawijaya. Seorang mahasiswa baru jurusan Psikologi di sebuah kampus ternama di ibu kota, yakni International University. Di kampus tersebut, Raina bertemu dengan dua orang pria, yaitu seorang ketua BEM kharismatik dan seorang pria cinta pertamanya. Baru beberapa hari memulai kuliah di semester ganjil, mereka bertiga telah terlibat dalam suatu kasus pembunuhan rektor IU. Akibat kasus tersebut, Raina tidak sengaja berkenalan dengan sebuah organisasi rahasia yang dulu mendiang papanya terlibat di dalamnya. Satu per satu kepingan masa lalu yang menjadi mimpi buruk setiap malamnya mulai terkuak. Namun, menyatukan pecahan cerita yang terpendam dalam di dasar masa lalu tidak semudah yang ia kira. Apalagi ketika masa lalunya ternyata berhubungan dengan masa lalu kedua pria yang juga terlibat dalam kasus pembunuhan di awal. Hingga ketiganya harus berhadapan dengan sebuah gembong kriminal transnasional berbahaya yang dulu juga berhubungan dalam tragedi lima tahun lalu. Akankah ketiganya dapat menemukan kebenaran masa lalunya? Ataukah di antara mereka terdapat pembunuh yang tengah bersandiwara? Pertumpahan darah di meja persidangan akan menjawabnya. __________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines