Ketika Bisa Berdamai Dengan Luka

Ketika Bisa Berdamai Dengan Luka

  • WpView
    Reads 3,720
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 29, 2024
Cerita ini memuat tentang air mata, pertanyaan yang tidak dijawab, kemudian makna kehidupan, dan tentang kehancuran, serta kejatuhan ketika sendirian. Dalam cerita ini terdapat banyak kisah sebuah perjalanan dan pengalaman hidup. Saksi bisu dari tawa dan air mata. Kisah ini mengajarkan kita bagaimana cara kita untuk berlapang dada dan ikhlas membiarkan sesuatu yang pernah terjadi pergi dari diri kita, bagaimana cara kita untuk peduli lebih sedikit dalam artian lebih peduli kepada hal-hal yang ada dampak serta pengaruh terhadap diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUKA DI BALIK SENYUM
  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Dia Dan Lukisan
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • Noda dalam Cinta
  • jejak cinta yang pudar
  • Ranendra dan Dunianya
  • Do'a, Cinta dan Luka
  • Terkulai Tapi Tak Layu

Deskripsi: Cerita ini adalah hasil adaptasi dari kisah nyata-sebuah perjalanan hidup yang penuh luka, harapan, dan keteguhan hati. Diolah dalam balutan fiksi, kisah ini terinspirasi dari pengalaman pribadi penulis, tentang perjuangan seorang anak laki-laki menghadapi badai hidup: dari krisis ekonomi keluarga, perjuangan merawat ayah yang sakit, hingga cinta jarak jauh yang tumbuh lewat ruang digital. Meski tokoh dan alur mengalami pengembangan demi membangun drama yang menyentuh, setiap bab menggambarkan emosi dan kenyataan yang benar-benar pernah dialami. Nama-nama tokoh dalam cerita ini tidak nyata dan telah diubah demi menjaga privasi semua pihak. Cerita ini ditulis dari sudut pandang pribadi penulis dan bukan untuk menyudutkan siapa pun. Mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat nama atau peristiwa yang terasa sensitif atau menyinggung-itu bukanlah tujuan penulisan ini. Semua kejadian dalam cerita ini telah melalui proses adaptasi dan penggambaran ulang dalam bentuk fiksi. Dengan demikian, cerita ini tidak sepenuhnya mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Ini bukan sekadar cerita, tapi serpihan hidup yang dirangkai menjadi untaian makna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines