KEENA AZALLYA

KEENA AZALLYA

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 21, 2024
Setelah beberapa menit Keena dan Maya sudah tertidur, tiba tiba hp Keena berbunyi ada telfon masuk. Siapa yang nelfon malem malem ya?? Keena terbangun dan langsung mengangkat telfon dari orang yang ga dikenal. " haloo" Tidak ada jawaban dari seberang sana, setelah beberapa detik gaada balesan Keena ingin mematikan telfon tiba tiba ada yang berbicara di sebrang sana. " saya akan membuat hidup mu lebih menderita dari ini KEENA AZZALLYA PERMATA!" Tutt... Telfon nya mati terdengar suara perempuan Keena seperti mengenal suara itu, Mungkin orang iseng batin Keena , tiba tiba ia merasa amat ngantuk tanpa memikirkan telfon itu ia segera tertidur. siapa orang itu??? kenapa ia ingin membuat hidup Keena lebih menderita?? ikuti saja kisah Keena ya man teman
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DUNIA FLORA
  • AZRAELLA
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Hug Me (Mom Dad)
  • K e [y] n a [n]. [COMPLETED]
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Discovery Of Love (Completed)
  • RUMAH TANPA ARAH

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido